Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa ijazah adalah arsip nan berkarakter pribadi, sehingga dia memegang kewenangan penuh atas privasi arsip tersebut.
Alih-alih menuruti desakan, Jokowi justru melayangkan tantangan kembali kepada pihak-pihak nan menuding ijazahnya tiruan untuk memberikan bukti konkret atas tudingan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mestinya nan menuduh itu nan membuktikan, bukan saya disuruh menunjukkan," kata Jokowi, Jumat (10/4).
Jokowi menyatakan kekhawatirannya bahwa tindakan menuruti dorongan semacam itu justru bakal menjadi keputusan jelek di tengah masyarakat dalam memandang suatu tuduhan.
"Nanti semua orang bisa menuduh, dan (yang dituduh) disuruh menunjukkan buktinya. Kebalik-balik itu," ujarnya.
Terkait proses hukum, Jokowi mengingatkan bahwa pihaknya telah resmi melaporkan tuduhan nan dilayangkan oleh Roy Suryo dan kawan-kawan ke Polda Metro Jaya sejak tahun lalu.
Namun, hingga sekarang kasus tersebut belum beranjak dari tahap penyidikan.
Ia pun mendesak pihak kepolisian agar mempercepat penanganan perkara tersebut sehingga dapat segera dilimpahkan ke meja hijau.
"Ini kan sudah nyaris satu tahun. Segera P21 dan segera diserahkan pada pengadilan untuk kelak kita bisa menunjukkan mana nan benar, mana nan enggak benar," kata Jokowi.
Bagi Jokowi, ranah pengadilan adalah satu-satunya medium nan paling tepat untuk mencari kepastian hukum.
Ia pun menyatakan kesiapannya untuk membeberkan piagam aslinya andaikan majelis pengadil memintanya dalam persidangan.
"Forumnya jelas, forum hukumnya ada di pengadilan," kata dia.
"Kalau diminta pengadil untuk menunjukkan piagam asli, ya bakal saya tunjukkan. Baik SD, SMP, SMA, S1, semuanya bakal saya tunjukkan," sambungnya.
Sebelumnya, selain melontarkan desakan, JK juga menyoroti rumor mengenai piagam Jokowi nan terus berlarut-larut.
JK juga mengutarakan bahwa polemik seputar piagam Jokowi ini bukan hanya menimbulkan kerugian materiil, melainkan juga memantik perpecahan di masyarakat akibat perdebatan publik nan tiada henti.
"Waktu kita habis, biaya ongkosnya mahal, dan terjadi perpecahan di masyarakat. Pro kontra kan perpecahan, mati-matian di TV. Itu sifat nasional kita terganggu dengan langkah itu," kata JK, Rabu (8/4).
Lebih lanjut, JK mengeluhkan bahwa polemik seputar piagam Jokowi ini telah mendatangkan kerugian bagi banyak pihak.
Secara personal, dia merasa turut menjadi korban lantaran kudu membuang banyak waktu dan daya akibat namanya terus-menerus diseret ke dalam persoalan tersebut.
"Meresahkan masyarakat, merugikan waktu, merugikan Pak Jokowi, merugikan semua, puluhan miliar duit lenyap untuk apakah itu pengacara, apakah itu seperti saya ini, waktu saya hilang, dilibatkan," ujar JK.
Menurut pandangan pendamping Jokowi pada periode pemerintahan 2014-2019 tersebut, keruwetan ini sejatinya bisa diurai dengan sangat sederhana andaikan Jokowi bersedia memperlihatkan piagam aslinya secara langsung.
"Sebenarnya sederhana persoalannya, lantaran saya percaya Pak Jokowi bahwa punya piagam asli. Ya sebenarnya kita setop lah ini perkara dengan langkah tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya nan asli," ujarnya.
JK juga telah melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri.
Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/135/IV/2026/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal Rabu, 8 April 2026.
Langkah norma ini diambil menyusul dugaan penyebaran buletin bohong (hoaks) nan menarasikan bahwa JK menjadi penyandang biaya bagi Roy Suryo di tengah pusaran polemik piagam Jokowi.
(kyl/bac)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·