Respons Pujian Prabowo, PDIP: Jadi Mitra Strategis Kami Tidak Nyinyir

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

 Jadi Mitra Strategis Kami Tidak Nyinyir

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi PDIP, Aria Bima (Foto: Felldy Utama/Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi PDIP, Aria Bima, merespons pujian terbuka nan dilontarkan Presiden Prabowo Subianto terhadap peran partainya nan tetap memilih berada di luar pemerintahan. Pujian itu disampaikan Presiden secara terbuka dalam rapat paripurna ke-19 masa persidangan V tahun sidang 2025–2026 nan digelar pada Rabu 20 Mei 2026.

Aria Bima kembali menjelaskan posisi PDIP saat ini adalah sebagai mitra strategis nan mengawal jalannya pemerintahan secara kritis dan konstitusional sesuai pengarahan Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri.

"Dulu kan kata oposisi, kemudian nan kali ini kan Ibu Mega memaknai sebagai mitra strategis. Strategisnya apa? Ya, strategisnya adalah gimana komitmen bentuk tetap kita Negara Kesatuan Republik Indonesia. Strategisnya apa? Ya, mewujudkan teknokratik Pancasila nan adil, bersatu, dan demokratis," kata Aria Bima dikutip Kamis (21/5/2026).

Secara taktis, dia menekankan, PDIP bakal tetap kritis. Namun, dia menjamin bahwa kritik nan dilontarkan bukan didasari oleh rasa tidak suka nan membabi buta, melainkan untuk memihak pemerintah agar tetap berada di jalur nan betul sesuai konstitusi dan kepentingan “wong cilik”.

Pihaknya menegaskan PDIP tidak bakal bersikap asal kritik alias sekadar mencari kesalahan pemerintah tanpa dasar nan jelas. "Sekali lagi posisi PDI Perjuangan tidak pernah apriori dengan pemerintah. PDI Perjuangan tidak nyinyir dengan kebijakan pemerintah. PDI Perjuangan juga tidak antipati terhadap pemerintah," tegasnya.

Ia menjelaskan julukan mitra strategis mengandung akibat bahwa PDIP bakal mendukung kebijakan nan pro-rakyat, namun bakal menjadi pihak nan paling lantang bersuara jika ada kebijakan nan menyimpang.

"Itulah julukan sebagai mitra strategis. Tetapi kita bakal bersuara lantang, kritis, argumentatif, memberikan pengganti pada saat itu menyangkut kepentingan rakyat, konstitusi, dan Pancasila," pungkasnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan buletin terkini dengan jeli dan terpercaya. Ikuti info terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa krusial lainnya, langsung dari sumber nan terpercaya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com