Jakarta -
Compressed Natural Gas (CNG) bakal diuji coba pada tabung 3 kilogram (kg). Langkah ini sebagai upaya menekan impor LPG, sekaligus pengganti LPG 3 kg.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan dalam tiga bulan ke depan pemerintah bakal memesan alias first order tabung CNG dari luar negeri. Totalnya sekitar 100 ribuan tabung.
"Jadi dari sisi timeline, insyaallah 3 bulan ke depan kita melakukan first order untuk perihal tersebut. Untuk kita memesan material barangnya ini, kita nggak boleh pesan satu, kudu banyak. 100 ribuan gitu. Nah, makanya jika ada nan nanya kok belum dibikin? Ya memang kudu di-order 100 ribu alias di atasnya gitu baru," terang Laode dikutip dari Podcast Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (18/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laode mengatakan nantinya jika penerapan pemanfaatan CNG pada tabung 3 kg melangkah masif, pemerintah bakal mendorong produsen tabung tersebut untuk membuka pabriknya di Indonesia.
"Kalau sudah sangat masif nan di luar kita suruh masuk. Kamu jika mau pasar ya datang ke sini. Cuman di awal kita ini dulu," ujarnya.
Laode mengatakan setelah proses pemesanan tabung dilakukan, pemerintah menargetkan dalam waktu 1-2 bulan berikutnya tabung CNG sudah dilakukan pengujian.
"Lalu dalam 1-2 bulan setelah itu kita sudah ada tabung nan bisa kita uji dulu. Jadi tabung ini kan kita bikin jenis (C) 4. Ini memang belum ada di bumi untuk setara LPG 3 kilo ya. nan ada nan setara LPG 12 kilo nan sudah dipakai sekarang itu," jelas Laode.
Dari aspek keamanan, Laode menambahkan pemerintah bakal memastikan tabung CNG ini dibuat seaman mungkin. Bahkan diklaim bakal lebih kondusif dibandingkan LPG 3 kg.
"Bisa seperti itu jika kita siapkan. Sebenarnya kuncinya jika CNG ini adalah gimana menyiapkan tabung dan valve-nya ini betul-betul kuat, kondusif gitu. Kuncinya ada di situ," ujar Laode.
(hrp/hns)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·