RI-Korea Selatan Teken MoU Kembangkan AI Pelayanan Publik

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Korea menandatangani kerja sama bagian Artificial Intelligence (AI) serta pemerintahan digital.

Memorandum of Understanding (MoU) alias Nota Kesepahaman ini menjadi payung kerja sama untuk pengembangan AI pada sektor pemerintahan dan pelayanan publik.

MoU ini ditandatangani oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, sementara Republik Korea oleh Minister of Interior and Security (MOIS), Yun Hojung, di Seoul, Jumat (22/5/2026).

Rini menyampaikan, MoU ini bakal mendasari perbincangan kebijakan, kerjasama teknis, peningkatan kapabilitas kelembagaan, hingga pertukaran keahlian.

"Kerja sama ini pada akhirnya bermuara pada jasa publik nan lebih cepat, lebih sederhana, dan lebih dekat dengan rakyat," ungkap Rini melalui siaran pers.

Kerja sama ini dia tegaskan sangat relevan dengan agenda reformasi birokrasi nan sedang Kementerian PANRB kerjakan di Indonesia, seperti penguatan Infrastruktur Publik Digital, Identitas Kependudukan Digital (IKD), interoperabilitas antar-instansi, dan portal jasa INAku.

Seluruh program itu bakal dipercepat melalui pertukaran praktik baik dengan Korea Selatan. Negeri Ginseng ini dia sebut dikenal sebagai salah satu negara dengan ekosistem pemerintahan digital terbaik di dunia, dan Korea Selatan telah menjadi mitra Indonesia selama lebih dari dua dekade.

Beberapa kerja sama nan telah dilakukan adalah Digital Government Cooperation Centre, asistensi teknis dari National Information Society Agency, serta beragam inisiatif nan didukung Korea International Cooperation Agency (KOICA).

Menurut Rini, MoU ini mendukung proses aksesi Indonesia ke The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Ia berpendapat, Indonesia memandang aksesi ini bukan sekadar prosedur, melainkan kesempatan strategis untuk memperkuat kualitas tata kelola, meningkatkan standar kelembagaan, dan mempercepat reformasi nan berakibat nyata bagi masyarakat.

"Kami berkomitmen menerjemahkan Nota Kesepahaman ini menjadi hasil nan konkret dan berakibat nyata, bukan sekadar arsip di atas kertas," tegas Rini.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News