Richard Putra, Lulusan SMP yang Sukses Bangun Bisnis Digital Marketing Al hingga Beli Ferrari

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

loading...

Keterbatasan pendidikan umum tidak menghentikan langkah Richard Putra dalam membangun upaya digital. Lulusan SMP ini sekarang dikenal sebagai entrepreneur digital nan mengintegrasikan Artificial Intelligence (Al) dalam skala bisnisnya.

Perjalanan upaya Richard dimulai sejak usia 15 tahun. Latar belakang ekonomi family nan terbatas mendorongnya untuk mencari penghasilan sendiri sejak awal melalui upaya online. "Dulu saya betul-betul mulai dari nol. Saya tidak punya kendaraan, ke sekolah naik pikulan umum, dan kudu bantu ekonomi keluarga. Dari situ saya sadar satu-satunya jalan keluar adalah belajar jualan dan marketing digital," ujar Richard Putra.

Pada usia 16 tahun, Richard sukses meraih penghasilan Rp100 juta pertamanya dari upaya online. Prestasi ini menjadi titik kembali nan mengubah arah hidupnya. Tidak berakhir di situ, Richard terus mengembangkan skill digital marketing dan sistem pengedaran digital. Di usia 19 tahun, dia sukses mencatatkan penghasilan Rp1 miliar pertamanya, menandai fase scale-up upaya nan lebih serius. "Di umur 19 tahun saya sadar, upaya itu bukan soal kerja keras saja, tapi soal sistem. Kalau sistemnya benar, scale itu hanya masalah waktu," katanya.

Menjelang usia 30 tahun, Richard telah mendirikan belasan perusahaan dan brand di beragam sektor digital. Saat ini, ekosistem upaya nan dia bangun telah mempekerjakan lebih dari 200 karyawan, dengan konsentrasi pada digital marketing, e-commerce, edukasi, dan teknologi.

Dari masa sekolah tanpa kendaraan pribadi, sekarang Richard sukses mempunyai mobil impiannya sejak kecil, termasuk kendaraan sport mewah nan menjadi simbol transformasi hidupnya. "Buat saya, Ferrari itu bukan soal style hidup. Itu simbol bahwa anak SMP pun bisa membangun upaya dunia jika mau belajar dan disiplin," ungkap Richard.

Richard Putra, Lulusan SMP nan Sukses Bangun Bisnis Digital Marketing Al hingga Beli Ferrari

Salah satu fase krusial dalam perjalanan upaya Richard adalah saat perusahaannya mulai mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (Al) dalam operasional bisnis, terutama untuk kajian data, optimasi iklan digital, dan otomasi marketing. "Al mempercepat semuanya. Dulu keputusan upaya bisa butuh berminggu-minggu, sekarang bisa dalam hitungan jam. Al bukan masa depan, tapi perangkat wajib jika mau upaya scale," jelasnya.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews