Rover Curiosity milik NASA sempat lumpuh selama enam hari di Mars.(Dok. Nasa)
ROBOT penjelajah milik NASA, Curiosity Rover, dilaporkan sempat mengalami kelumpuhan operasional selama enam hari di permukaan Mars. Insiden ini dipicu oleh sebuah batu nan menempel kuat pada perangkat bor robot saat melakukan pengambilan sampel rutin.
Peristiwa nan terjadi pada akhir April hingga awal Mei 2026 ini bermulai ketika Curiosity mengebor batu nan dinamai "Atacama". Batu seberat 28,6 pon tersebut secara mengejutkan ikut terangkat dan tersangkut pada selubung bor, menghalang pergerakan lengan robotik sang penjelajah.
Berdasarkan laporan resmi, kejadian ini merupakan nan pertama kalinya terjadi sejak Curiosity mendarat di Planet Merah pada 2012. Meskipun sebelumnya sering terjadi keretakan pada batuan saat pengeboran, belum pernah ada material nan menempel hingga menghentikan operasi robot selama berhari-hari.
Data Teknis Batu Atacama:
- Diameter: Sekitar 1,5 kaki
- Ketebalan: 6 inci
- Berat: 28,6 pon (sekitar 13 kg)
Tim operator NASA di Bumi kudu bekerja ekstra keras untuk menyelamatkan misi tersebut. Upaya awal menggunakan getaran standar pada lengan robotik sempat gagal. Baru pada 1 Mei, kombinasi aktivitas memiringkan, memutar, dan memintal perangkat bor sukses melepaskan batu Atacama hingga jatuh dan pecah di permukaan Mars.
"Kejadian seperti ini belum pernah dialami Curiosity sebelumnya. Selama bertahun-tahun eksplorasi, pengeboran memang beberapa kali menyebabkan lapisan batu retak, tetapi belum pernah ada batu nan menempel kuat," tulis laporan NASA sebagaimana dikutip dari Futurism.
Curiosity nan telah beraksi selama 14 tahun melampaui sasaran awal misinya, kembali membuktikan ketangguhannya. Robot pertama nan sukses mengebor permukaan Mars ini sekarang telah melanjutkan aktivitas penelitian ilmiahnya setelah sempat terhenti akibat gangguan teknis tersebut. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·