ilustrasi(Antara)
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp4 triliun untuk program pompanisasi sebagai langkah strategis menghadapi potensi akibat El Nino. Program ini ditujukan untuk memastikan kesiapan air irigasi serta menjaga produktivitas pertanian, terutama di wilayah nan berisiko mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang.
“Anggaran pompanisasi sekitar Rp3 hingga Rp4 triliun,” ujar Amran usai rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta.
Selain pengadaan pompa, pemerintah juga melakukan perbaikan jaringan irigasi melalui kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum guna memastikan pengedaran air ke lahan pertanian melangkah optimal. Amran menegaskan bahwa support pompa bakal diberikan secara cuma-cuma kepada petani, sehingga tidak menambah beban biaya operasional, termasuk kebutuhan bahan bakar.
“Kita berikan pompa secara cuma-cuma kepada petani,” katanya.
Pemerintah juga mendorong kepala wilayah untuk segera memetakan wilayah rawan kekeringan serta menyiapkan sistem peringatan awal (early warning system) secara terintegrasi. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan respons sigap terhadap potensi kekeringan, sehingga dampaknya terhadap produksi pangan dapat diminimalkan melalui perencanaan dan koordinasi lintas sektor.
Selain pompanisasi, pemerintah juga mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air melalui rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan embung, sumur dangkal dan sumur dalam, serta pengembangan sistem perpompaan dan irigasi modern. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman perubahan suasana dan dinamika dunia nan berpotensi mengganggu sektor pertanian. )Ant/E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·