Rumah Ibadah Tesalonika Dibuka Kembali, Seruan Toleransi Menguat

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Rumah Ibadah Tesalonika Dibuka Kembali, Seruan Toleransi Menguat Ketua Umum Generasi Muda Mathla’ul Anwar, Ahmad Nawawi(Antara)

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyebut rumah ibadah jemaat Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Tesalonika di Teluknaga, Tangerang, Banten, nan sempat disegel beberapa hari lampau sudah dibuka kembali.

Pigai, saat rapat kerja dengan Komisi XIII DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, mengatakan pembukaan segel itu dilakukan setelah koordinasi beragam pihak, termasuk oleh Kantor Wilayah Kementerian HAM Banten.

“Kementerian HAM sudah memberi perhatian terhadap kasus tersebut. Kantor wilayah Banten, setelah koordinasi dengan beragam kelompok, sudah dilakukan buka segelnya,” ucap Pigai.

Dengan demikian, menurut dia, polemik tersebut sudah selesai. “Usaha kita sudah lakukan dan sudah membuka penyegelan di jemaat Tesalonika di Banten. Sudah. Kalau itu sudah selesai,” katanya.

Generasi Muda Mathla’ul Anwar menyampaikan apresiasi atas pembukaan kembali rumah doa Jemaat Tesalonika. Ketua Umum Generasi Muda Mathla’ul Anwar nan juga calon Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA), Ahmad Nawawi, menilai langkah tersebut merupakan corak respons positif dari pemerintah dan pihak mengenai dalam menyelesaikan polemik nan sempat mencuat di masyarakat.

“Kami mengapresiasi langkah semua pihak nan telah membuka kembali segel rumah angan tersebut,” ujarnya.

Nawawi menegaskan bahwa kebebasan beragama merupakan kewenangan konstitusional setiap penduduk negara nan kudu dijamin dan dilindungi. Ia mengingatkan pentingnya menjaga semangat toleransi dan saling menghormati antarumat beragama.

Menurutnya, dalam kehidupan bermasyarakat, golongan kebanyakan mempunyai tanggung jawab moral untuk melindungi golongan minoritas, mengingat urusan kepercayaan merupakan ranah kepercayaan pribadi.

Polemik ini bermulai dari viralnya tindakan penyegelan rumah angan milik jemaat Persatuan Oikumene Umat Kristiani (POUK) Tesalonika di Teluknaga. Dalam video nan beredar, terlihat sejumlah pihak berbareng abdi negara memasang plang penyegelan setelah penyelenggaraan ibadah Jumat Agung. Peristiwa tersebut memicu reaksi dari beragam kalangan, termasuk Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia nan menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga kerukunan antarumat berakidah serta memastikan penerapan nilai-nilai konstitusi melangkah secara konsisten di tengah masyarakat nan majemuk. (Ant/E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia