
Gubernur BI (Foto: Okezone)
JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyatakan keyakinannya bahwa nilai tukar Rupiah bakal segera keluar dari tekanan dan kembali bergerak menguat terhadap Dolar Amerika Serikat (AS), terutama saat memasuki periode Juli dan Agustus 2026.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan optimistis ini di tengah hantaman sentimen eksternal dan internal nan meluas di pasar finansial domestik.
"Juli dan Agustus rupiah bakal menguat," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Berdasarkan info Refinitiv pada perdagangan hari ini, mata duit Garuda sempat melemah sekitar 1,15 persen hingga menembus level Rp17.660 per Dolar AS.
Perry menjelaskan bahwa depresiasi ini dipicu oleh tingginya eskalasi ketidakpastian global, mulai dari berkecamuknya bentrok bersenjata di Timur Tengah, lonjakan nilai minyak mentah dunia, hingga sikap Bank Sentral AS (The Fed) nan mempertahankan suku kembang tinggi (Fed Fund Rate).
Dari sisi domestik, pelemahan makin diperberat oleh siklus tahunan di mana permintaan kurs asing (valas) melonjak tajam akibat musim pembagian dividen korporasi, agenda pembayaran utang luar negeri, hingga pemenuhan kebutuhan biaya untuk musim haji.
"Tiap tahun tertekan pada Mei dan Juni lantaran demand tinggi," tegas Perry.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·