
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah diproyeksikan tetap bakal tertahan di kisaran level Rp17.000 per Dolar Amerika Serikat (AS) dalam jangka pendek. Ketidakpastian sentimen, baik nan berasal dari dinamika dunia maupun gejolak domestik, disinyalir menjadi aspek penahan apresiasi mata duit Garuda untuk kembali ke level normalnya.
Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede mengatakan bahwa dalam situasi pasar nan penuh tekanan seperti saat ini, otoritas moneter dan pemerintah perlu bekerja ekstra keras demi menjaga psikologis pasar. Ia berambisi pergerakan kurs setidaknya dapat ditekan agar tidak melampaui periode pemisah psikologis baru di level Rp17.500.
"Kalau memandang kondisi seperti saat ini, kami memandang bahwa rupiah tetap di level Rp17.000-an, hopefully tetap di bawah Rp17.500 per dolar AS. Harapannya kembali lagi ini tidak sampai ekspektasi liar itu terjadi," ungkap Josua dalam aktivitas training wartawan di Makassar, dikutip Minggu (24/5/2026).
Padahal, jika merujuk pada parameter fundamental, posisi nilai tukar riil efektif Indonesia saat ini berada di atas kapabilitas nan sebenarnya. Dalam kondisi sirkulasi ekonomi nan normal tanpa guncangan berat, posisi Rupiah secara teoretis sangat bisa bertengger kokoh di bawah level Rp17.000 per Dolar AS.
"Kalau kita memandang secara teori, tadi nilai tukar rill efektifnya (real effective exchange rate) rupiah dalam kondisi normal itu mestinya kita di bawah Rp17.000 per dolar AS. Tapi kan kita sebagai ekonom, sebagai analis, kan kita mempertimbangkan ya risiko-risiko global, risiko-risiko nan ada saat ini, dan juga respon kebijakan nan sudah dikeluarkan oleh Bank Indonesia," jelas Josua.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·