Rupiah Hari Ini: Melemah karena Israel Langgar Gencatan Senjata

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
 Melemah lantaran Israel Langgar Gencatan Senjata ilustrasi(Antara)

Nilai tukar Rupiah Indonesia kembali melemah pada perdagangan Kamis pagi, seiring meningkatnya tekanan eksternal akibat memanasnya kembali bentrok di Timur Tengah. Rupiah terkoreksi 18 poin alias 0,11% ke level Rp17.030 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp17.012 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menyebut pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian dunia setelah munculnya laporan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata. Menurutnya, serangan Israel ke Lebanon memicu kembali kekhawatiran pasar dan mendorong kenaikan nilai minyak dunia, nan berakibat negatif bagi mata duit negara berkembang.

Ketegangan ini mencuat setelah adanya perbedaan interpretasi atas kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Donald Trump sebelumnya menyatakan kesepakatan tenteram tidak mencakup bentrok di Lebanon, sementara Iran menganggap penghentian permusuhan bertindak di seluruh wilayah.

Situasi semakin memanas setelah serangan udara besar dilaporkan terjadi di wilayah Beirut dan sekitarnya, nan memperkuat sentimen akibat di pasar global.

Dari sisi domestik, pelaku pasar juga mencermati penurunan persediaan devisa Indonesia nan turun sebesar 3,7 miliar dolar AS menjadi US$148,2 miliar pada akhir Maret 2026.

Selain itu, realisasi surplus perdagangan nan hanya mencapai US$1,2 miliar, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar US$1,5 miliar, dinilai belum bisa memberikan support signifikan terhadap penguatan rupiah. Dengan kombinasi tekanan dunia dan parameter domestik nan belum solid, kurs rupiah hari ini diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.020 hingga Rp17.080 per dolar AS dalam jangka pendek.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia