Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Badan Anggaran DPR sekaligus politikus PDIP, Said Abdullah menilai kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang mencatat tradisi baru di paripurna DPR mempunyai makna nan dalam.
Menurut Said, Prabowo datang untuk menjawab keraguan pasar terhadap likuiditas dan stabilitas fiskal nasional. Dia meyakini keraguan itu bakal dijawab Prabowo dalam pidatonya di Paripurna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nampaknya ini Presiden datang langsung pidato di Paripurna tentang kerangka ekonomi makro, pokok-pokok kebijakan fiskal 2027. Tentu punya makna nan dalam, nan pertama untuk menjawab keraguan pasar," kata Said jelang Paripurna di kompleks parlemen, Rabu (20/5).
Prabowo dalam pidatonya disebut bakal berbincang soal Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal. Said meyakini Prabowo bakal menyampaikan bahwa kondisi finansial negara saat ini tak terlepas dari kondisi geopolitik global.
"Bapak Presiden juga bakal menyampaikan bahwa apa nan kita alami saat ini tidak terlepas dari tekanan geopolitik dan situasi global, ya," katanya.
Dia memahami banyak kekhawatiran dari para pelaku ekonomi dan penanammodal terhadap pengelolaan fiskal. Padahal, kata Said, defisit fiskal saat ini hanya lebih sedikit 3 persen, itu pun tetap pada quartal satu.
Namun, Said meyakini hingga akhir 2026 defisit fiskal tak bakal menyentuh nomor 3 persen. Dia memprediksi angkanya hanya bakal mentok di 2,6 persen.
"Karena memang pemerintah melakukan best effort terhadap shopping di kuartal 1. Tapi kekhawatiran itu tidak perlu. Kita menyisakan tetap ada 7 bulan dari bulan ini, dan saya percaya paling tinggi defisit kita di APBN 2026 itu sekitar 2.55, maksimal 2,6 [persen]," kata Said.
(thr/wis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·