Sarat Muatan Kelapa Sawit, KM Berkah Utama Karam di Pesisir Timur Jambi, 3 ABK Hilang

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Sarat Muatan Kelapa Sawit, KM Berkah Utama Karam di Pesisir Timur Jambi, 3 ABK Hilang Tim SAR menggunakan kapal sigap Basarnas Jambi melakukan pencarian terhadap tiga ABK KM Berkah Utama II nan karam di perairan Simbur Naik, Sabak Timur, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Jambi, Kamis (9/4).(Dok Tim SAR)

SARAT muatan kelapa sawit KM Berkah Utama II karam di perairan umum  sekitar Desa Simbur Naik, Kecamatan  Sabak Timur, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Provinsi Jambi, Kamis (9/4). Tiga anak buah kapal (ABK) nahas tersebut dilaporkan hilang, dan tetap dalam pencarian.

Berdasarkan info dari Kanit Gakum Polairud Polres Sabak Aiptu Nasution, kapal sarat muatan kelapa sawit tersebut dalam perjalanan dari Desa Air Hitam menuju Muara Sabak. Kapal nahas diperkirakan karam Kamis pagi, sekitar pukul 07.20 WIB

Kantor Basarnas Jambi merilis, penyebab karamnya KM Berkah Utama II diduga akibat kelebihan muatan. Saat berlayar di peraiaran di pesisir timur Jambi Kamis, KM Berkah Utama II dilaporkan memuat sekitar 40 ton tanda buah segar (TBS).

Sementara tiga ABK nan lenyap tercatat atas nama M Lawi, 36 tahun, Umardi, 20 tahun dan Fajar, 18 tahun, Ketiganya berasal dari Desa Air Hitam, Kecamatan Berbak, Tanjungjabung Timur.

Merespons kecelakaan air tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jambi langsung mengerahkan unit Siaga SAR Tanjung Jabung Timur berbareng kru kapal sigap RBB (Rigid Buoyancy Boat) 01. Berkekuatan 10 personel Kamis siang bergerak ke letak koordinat kapal karam.

"Tim diperkirakan menempuh perjalanan selama kurang lebih 4 jam dari pelabuhan sandar RBB 01 Jambi untuk mencapai titik letak kejadian," ungkap Kepala Kantor SAR Jambi Adah Sudarsa, Kamis petang. Selain tim Basarnas, pencarian melibatkan Polairud Polda Jambi, Posmat AL Nipah Pajang dan sejumlah nelayan personil Asosiasi Nelayan Tanjung Jabung.

Untuk memaksimalkan pencarian di tengah kondisi cuaca nan terpantau berawan, tim campuran menggunakan beragam alutsista modern, termasuk Drone Thermal untuk memantau suhu panas tubuh dari udara, Kapal RBB milik Basarnas, Kapal Patroli Polair, serta peralatan pemindahan medis lengkap.

Hingga saat ini, tim SAR tetap berupaya melakukan penyisiran di sekitar letak kejadian guna menemukan ketiga korban nan hilang.(H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia