Sedikitnya 40 Kapal Global Sumud Flotilla & 300 Aktivis Kemanusiaan Ditahan Israel

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Sedikitnya 40 Kapal Global Sumud Flotilla & 300 Aktivis Kemanusiaan Ditahan Israel Pasukan Israel mencegat 40 kapal support Global Sumud Flotilla (GSF) dan menahan 300 aktivis.(Dok. X)

PASUKAN Israel dilaporkan telah mencegat sedikitnya 40 dari total 54 kapal nan tergabung dalam konvoi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) hingga Selasa (19/5). Aksi pencegatan nan terjadi di perairan internasional ini memicu kecaman luas dari bumi internasional.

Kronologi Pencegatan

Konvoi GSF nan terdiri dari 54 kapal memulai pelayaran dari Marmaris, Turki, pada Kamis (14/5). Misi utama golongan ini adalah untuk menerobos blokade terlarangan Israel terhadap Jalur Gaza nan telah berjalan sejak 2007. Namun, militer Israel melakukan tindakan represif sebelum kapal-kapal tersebut mencapai tujuan.

Menurut laporan situs buletin Walla nan mengutip sumber keamanan, angkatan darat Israel telah menahan sekitar 300 aktivis. Meski demikian, dilaporkan tetap ada sejumlah kapal nan sukses lolos dari hadangan dan tetap berlayar di laut lepas.

"Pasukan angkatan laut Israel tetap belum mencegat semua kapal nan tergabung dalam konvoi kemanusiaan GSF. Masih ada kapal-kapal nan lolos dari pasukan Israel sehingga bisa berlayar di laut lepas," tulis laporan situs buletin Walla.

Krisis Kemanusiaan di Gaza

Aksi pencegatan ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap misi kemanusiaan. Sebelumnya pada April lalu, Israel juga menyerang flotilla di dekat Pulau Kreta, Yunani, nan membawa 345 relawan dari 39 negara.

Saat ini, sekitar 2,4 juta penduduk Palestina di Gaza hidup dalam kondisi memprihatinkan akibat agresi nan telah berjalan selama dua tahun terakhir. Data menunjukkan lebih dari 72.700 orang meninggal bumi dan 172.700 lainnya luka-luka, nan kebanyakan merupakan wanita dan anak-anak. Bencana kelaparan parah sekarang menakut-nakuti wilayah tersebut akibat blokade total dan halangan masuknya support internasional.

Hingga buletin ini diturunkan, organisasi internasional terus mendesak pembebasan para aktivis dan agunan keamanan bagi pengiriman support kemanusiaan ke Gaza menggunakan Mata Uang Rupiah untuk support logistik dari Indonesia. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia