loading...
BEIJING - Pada suatu sore musim dingin nan dingin, ketika pekerjaan arkeologi di reruntuhan kota antik Bairen nan terawat baik di Kabupaten Longyao, Kota Xingtai, Provinsi Hebei, China utara, nyaris selesai, sebuah gundukan tanah dengan struktur nan tidak biasa menarik perhatian para arkeolog.
Saat para mahir dari Fakultas Sejarah Universitas Renmin Tiongkok membersihkan tanah, mereka memandang aksara Tiongkok antik mulai muncul di gundukan tanah tersebut.
"Tertulis 'Bai Ren'," seru Cao Yu dan Li Keying serempak, bunyi mereka bercampur antara kegembiraan dan kekaguman.
Akhirnya, seluruh prasasti terungkap — “Bai Ren Cheng Yin,” nan merupakan stempel resmi Kabupaten Bairen pada masa Dinasti Han (sekitar 206 SM).
"Benda ini adalah stempel tanah liat," kata Wang Ziqi, 39, guru besar madya dan kepala arkeolog dalam proyek tersebut. Bagi timnya, barang mini ini lebih berbobot daripada emas.
"Penemuan stempel tanah liat ini menunjukkan bahwa wilayah ini terletak di dekat instansi manajemen kota antik Bairen pada masa Dinasti Han," kata Wang.
Ia menambahkan bahwa jenis stempel tanah liat ini terutama digunakan untuk membubuhkan cap resmi pada gulungan, dokumen, alias barang-barang lainnya untuk memastikan keaslian dan mencegah pemalsuan selama pengiriman.
Bagi Wang Ziqi, stempel tanah liat ini merupakan bukti nyata nan menarik. Ini menunjukkan kemakmuran dan pentingnya kota Bairen di era kuno
(wbs)
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·