Sekjen PBB Kutuk Serangan Israel ke Libanon, Peringatkan Risiko Gagalnya Gencatan Senjata

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Sekjen PBB Kutuk Serangan Israel ke Libanon, Peringatkan Risiko Gagalnya Gencatan Senjata Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres(AFP)

SEKRETARIS Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengutuk serangan militer Israel nan meluas di seluruh wilayah Libanon. Guterres memperingatkan bahwa meningkatnya korban sipil dapat menakut-nakuti stabilitas area dan merusak upaya gencatan senjata regional nan tengah dibangun.

Dalam pernyataan pada Rabu (8/4), Guterres mengungkapkan bahwa serangan nan terjadi pada 8 April tersebut telah mengakibatkan ratusan penduduk sipil tewas dan terluka, termasuk anak-anak. Selain korban jiwa, serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan masif pada prasarana sipil.

Ia menyatakan keprihatinan mendalam dan mengecam keras jatuhnya korban jiwa di pihak penduduk nan tidak berdosa. Pemimpin PBB itu juga menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Libanon, serta mendoakan kesembuhan bagi para korban luka.

Ancaman Gencatan Senjata AS-Iran

Guterres menyoroti bahwa eskalasi di Libanon terjadi di tengah momentum diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat. Menurutnya, aktivitas militer nan terus bersambung dapat menjadi halangan serius bagi proses perdamaian.

“Dengan pengumuman gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat, aktivitas militer nan sedang berjalan di Libanon menimbulkan akibat serius terhadap gencatan senjata tersebut dan upaya menuju perdamaian nan langgeng serta menyeluruh di kawasan,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Ia pun kembali menyerukan kepada semua pihak untuk segera menghentikan permusuhan demi mencegah kehancuran nan lebih luas.

Menekankan pentingnya kepatuhan terhadap norma internasional, termasuk norma humaniter internasional, Guterres menegaskan bahwa penduduk sipil dan prasarana publik kudu dilindungi dalam kondisi apa pun. Ia menyatakan bahwa serangan nan menargetkan mereka adalah tindakan nan “tidak dapat diterima.”

Lebih lanjut, Guterres menegaskan bahwa tidak ada solusi militer dalam bentrok ini. Ia mendesak semua pihak untuk kembali ke meja perundingan dan berkomitmen penuh pada penerapan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat telah mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu pada Selasa (7/4). Langkah ini diharapkan menjadi jalan menuju kesepakatan akhir untuk mengakhiri rangkaian serangan nan berjalan sejak akhir Februari.

Pengumuman gencatan senjata tersebut muncul hanya kurang dari dua jam sebelum berakhirnya tenggat waktu nan ditetapkan Presiden AS Donald Trump mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz dan kesepakatan regional. (Ant/Anadolu/P-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia