Ilustrasi(Freepik.com)
PERHIMPUNAN Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) memberikan rekomendasi kepada golongan rentan agar mendapatkan vaksin campak.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Vaksinasi Dewasa PAPDI, Soekamto Koesnoe menjelaskan ada dua golongan nan berisiko tertular ialah kelompok-kelompok dengan daya tahan tubuh nan rendah alias lemah alias dengan komorbid seperti glukosuria melitus, hipertensi, penyakit autoimun, orang dengan HIV, termasuk lansia.
Rekomendasi lainnya juga diberikan kepada golongan nan mungkin alias bakal menularkan pada golongan komorbid tersebut. Seperti orang nan merawat orang tua, orang nan merawat dengan sistem kekebalan tubuh nan menurun, termasuk tenaga kesehatan (nakes).
"Tenaga kesehatan ini adalah masuk kedua kategori tadi, jika dia sakit, maka dia bakal menularkan kepada pasiennya, demikian juga jika ada pasien nan sakit, dia bakal tertular. Kalau kemudian daya tahan tubuhnya rendah alias lemah," kata Soekamto dalam konvensi pers di Jakarta, Rabu (8/4).
Soekamto orang nan capek alias overload, stres, pola makan nan tidak terjaga, higenisitas kurang baik bisa menurunkan daya tahan tubuh dan mudah terkena campak.
"Dengan adanya vaksin produk Bio Farma nan tentu saja selain produk dalam negeri, lebih murah, bisa diberikan lebih banyak kepada orang. Itu tentu saja kita sorong untuk bisa di-extend untuk para orang dewasa nan memerlukan," ungkapnya.
Diketahui Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) resmi mengeluarkan izin penggunaan vaksin balang produksi PT Bio Farma untuk orang dewasa. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·