Sebuah pesawat melintas Selat Hormuz(AFP)
AMERIKA Serikat (AS) mengumumkan telah mengalihkan puluhan kapal komersial dan melumpuhkan sejumlah kapal sebagai bagian dari penyelenggaraan blokade terhadap pelayaran nan menuju alias berasal dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.
Melalui pernyataan resmi di platform X, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Kamis (14/5), menyebut langkah tersebut dilakukan untuk menegakkan kebijakan blokade nan diberlakukan Presiden Donald Trump.
"Sejak awal blokade, pasukan CENTCOM telah mengalihkan 72 kapal komersial, dan menonaktifkan 4 kapal," demikian pernyataan CENTCOM dilansir Anadolu, Jumat (15/5).
Situasi area tetap berada dalam ketegangan tinggi sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut memicu respons jawaban dari Teheran nan menargetkan Israel serta sekutu-sekutu Washington di area Teluk, sekaligus mendorong penutupan Selat Hormuz.
Upaya meredakan bentrok sempat dilakukan melalui gencatan senjata nan mulai bertindak pada 8 April atas mediasi Pakistan. Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad kandas menghasilkan kesepakatan permanen.
Meski demikian, Trump kemudian memutuskan memperpanjang gencatan senjata tanpa pemisah waktu. Di saat nan sama, Washington tetap mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal nan melintas menuju alias keluar dari pelabuhan Iran melalui jalur laut strategis tersebut.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran daya paling vital di bumi nan menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman serta pasar internasional.
Gangguan nan terjadi di area ini telah memicu kekhawatiran dunia mengenai stabilitas pasokan minyak, bahan bakar, dan gas akibat penutupan Selat Hormuz. Sejak bentrok pecah, pasar daya internasional terus memantau perkembangan situasi di jalur perdagangan strategis tersebut lantaran potensi dampaknya terhadap nilai daya dunia. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·