Semeru Erupsi 6 Kali Sejak Dini Hari, Petugas: Waspadai Awan Panas dan Lahar

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Waspadai Awan Panas dan Lahar Gunung Semeru kembali erupsi disertai awan panas guguran pada Jumat (15/5/2026).(Dok. Antara)

GUNUNG Semeru nan terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi disertai awan panas guguran pada Jumat (15/5) siang pukul 11.57 WIB. Meskipun aktivitas vulkanik meningkat, tinggi kolom abu dan jarak luncur awan panas tidak dapat teramati secara visual lantaran puncak gunung tertutup kabut tebal.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan bahwa erupsi tersebut tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan lama gempa selama 4 menit 10 detik. Sejak awal hari pukul 00.53 WIB hingga menjelang siang, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat telah mengalami enam kali erupsi.

"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 11.57 WIB, namun tinggi kolom abu vulkanik tidak teramati lantaran tertutup kabut," ujar Mukdas Sofian dalam laporan tertulisnya, Jumat (15/5).

Saat ini, Gunung Semeru tetap berada pada Status Level III (Siaga). Pihak berkuasa mengeluarkan rekomendasi ketat bagi masyarakat dan visitor untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, terutama di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan lantaran adanya akibat ekspansi awan panas dan aliran lahar nan dapat mencapai jarak 17 kilometer dari puncak. Radius kondusif dari kawah alias puncak ditetapkan sejauh lima kilometer guna menghindari ancaman lontaran batu pijar.

Mukdas juga mengingatkan penduduk untuk tetap waspada terhadap potensi lahar di sungai-sungai nan berhulu di puncak Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai mini nan merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," pungkasnya. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia