Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi(MI/Ihfa Firdausya)
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menyerahkan 109 sertifikat kewenangan milik (SHM) kepada penduduk transmigrasi di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Rabu, (8/4). Dalam kesempatan tersebut, dia berpesan agar SHM nan sudah dimiliki itu tidak dijual.
"Tidak boleh dijual, ya. Itu adalah pemberian negara agar Bapak-Ibu bisa mengelola tanah itu menjadi sumber ekonomi, menjadi sumber kehidupan keluarga, dan akhirnya kelak dapat meningkatkan pendapatan. Kalau untuk disekolahkan di bank sih boleh, untuk usaha," kata Viva Yoga saat aktivitas penyerahan. Turut datang mendampingi antara lain Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Bupati Gorontalo Tonny Yunus.
Wamentrans menjelaskan, pemberian SHM kepada kepada penduduk di area transmigrasi merupakan tindak lanjut dari paradigma baru transmigrasi. Paradigma baru tersebut adalah melakukan revitalisasi dan transformasi.
"Kita mau menuntaskan masalah-masalah pada masa lampau nan belum selesai. Pada periode kami, kami mau tuntaskan semuanya terutama untuk pemberian lahan baik itu HPL maupun SHM nan tertunda, kita percepat," ujarnya.
Kementerian Transmigrasi juga sudah melakukan kerja sama dengan kementerian mengenai terutama Kementerian ATR/BPN untuk mempercepat proses terbitnya SHM untuk penduduk transmigrasi.
"Beberapa kasus memang terjadi ada tumpang tindih kawasan, tetapi dari keputusan Komisi V beserta dengan mitra komisi dari Kementerian Transmigrasi, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian ATR/BPN menyimpulkan bahwa jika ada area kehutanan nan berada di area transmigrasi maka Kementerian Kehutanan kudu melepas kewenangan hutannya," papar wamen.
"Jadi dengan proses ini beberapa wilayah sudah selesai dan sebagian sedang dalam proses. Kita upayakan agar secepatnya di tahun 2026 ini segala masalah nan berangkaian dengan lahan SHM itu bisa selesai," imbuhnya.
Pada 2025, katanya, pemerintah telah menyelesaikan 17.531 SHM penduduk transmigrasi. Sisanya sekitar 30% bakal diselesaikan pada 2026 ini. Di sisi lain, Kementerian Transmigrasi mendorong masyarakat transmigrasi untuk bisa mengembangkan produk lokalnya.
"Itu berbeda-beda, misalnya di wilayah Jambi itu masyarakat trans-nya lebih banyak tanam sawit. Kalau di wilayah Gorontalo saya rasa perkebunan jagung alias kelapa dalam, dan kelak ada program hilirisasi ayam dari Danantara," tutur Wamen.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menambahkan, hilirisasi ayam adalah salah satu program nan mendukung Asta Cita di bagian pangan. Dalam perihal ini, Gorontalo mendapatkan alokasi satu program dengan nilai investasi kurang lebih Rp2,4 triliun.
"Kemarin kami sudah menandatangani MOU berbareng ID Food untuk segera merealisasikan pembangunannya. Itu bakal diawali dengan pembangunan pabrik pakan ternak," kata Gusnar.
"Mengapa Gorontalo didahulukan? Karena Gorontalo ini basisnya adalah produksi jagung. Kita mempunyai produksi jagung di sini tahun 2024 di kurang lebih 1,5 juta ton sehingga persoalan bahan baku untuk pakan ternak tidak jadi persoalan. Kalau itu jadi maka klaster-klaster wilayah transmigrasi juga menjadi ekosistem utama untuk mendukung program itu," jelasnya. (E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·