
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mendeklarasikan keadaan darurat nasional dan menakut-nakuti bakal mengenakan tarif tinggi pada negara mana pun nan memasok minyak ke Kuba, secara dramatis meningkatkan tekanan pada Havana setelah operasi militer AS di Venezuela memutus pasokan daya terpenting negara kepulauan itu.
Setelah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro awal bulan ini, AS mengarahkan pandangannya ke Kuba, nan menurut Trump "siap jatuh" selanjutnya. Dalam perintah pelaksana nan ditandatangani pada Kamis (29/1/2026), Trump menyebut Kuba sebagai "ancaman nan tidak biasa dan luar biasa" terhadap keamanan nasional AS.
"Amerika Serikat tidak mentolerir sama sekali tindakan sewenang-wenang rezim komunis Kuba," bunyi perintah tersebut, sebagaimana dilansir RT. "Saya menemukan bahwa kebijakan, praktik, dan tindakan Pemerintah Kuba secara langsung menakut-nakuti keselamatan, keamanan nasional, dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat."
Perintah tersebut menetapkan sistem untuk memberlakukan tarif tambahan nan berpotensi berat pada impor dari negara mana pun nan terbukti secara langsung alias tidak langsung menjual alias memasok minyak ke Havana. Perintah tersebut memberikan kewenangan luas kepada Menteri Luar Negeri dan Menteri Perdagangan untuk mengidentifikasi pelanggar dan merekomendasikan tingkat tarif kepada presiden.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·