loading...
Presiden Donald Trump menyambut era baru TikTok di bawah kepemimpinan Adam Presser, pelaksana dengan hubungan Hollywood. Foto:
Penunjukan Adam Presser sebagai CEO entitas baru TikTok di Amerika Serikat bukan sekadar rotasi kedudukan korporasi biasa. Tapi, jadi manuver strategis "benteng pertahanan" ByteDance untuk mengamankan aset senilai minimal USD14 miliar (Rp222 triliun) di tengah pusaran politik Washington nan dinamis.
Langkah ini menandai babak baru bagi platform media sosial nan digunakan oleh lebih dari 200 juta penduduk Amerika Serikat—lebih dari separuh populasi negara tersebut.
Presser adalah pelaksana nan dikenal mempunyai hubungan mendalam dengan bumi intermezo Hollywood sekaligus loyalitas kepada kepemimpinan ByteDance di Beijing.
Ia didaulat memimpin "TikTok US Data Security Joint Venture". Entitas ini sengaja dipisahkan dari induknya, ByteDance, sebagai solusi kompromi untuk menghindari pemblokiran total atas dasar keamanan nasional.
Profil "Orang Dalam" nan Sempurna
Secara kajian korporasi, pemilihan Presser adalah langkah paling logis bagi ByteDance.
Meski namanya mungkin terdengar asing di beberapa lingkaran teknologi Silicon Valley, Presser sejatinya adalah "tangan kanan" lama bagi Shou Chew, pemimpin dunia TikTok nan berbasis di Singapura.
Struktur komando ini menegaskan bahwa kendali strategis tidak betul-betul lepas.
Presser, nan dianggap orang dalam sebagai perpanjangan tangan Chew di AS, bakal melapor langsung kepada Chew.
Pada gilirannya, Chew tetap melapor kepada salah satu pendiri dan CEO ByteDance, Liang Rubo. Rantai komando ini memastikan visi Beijing tetap tersalurkan meski entitas AS beraksi secara terpisah.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·