Sisi Lain Glutathione: Antioksidan yang Bisa Jadi Bahan Bakar Sel Kanker

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
 Antioksidan nan Bisa Jadi Bahan Bakar Sel Kanker Ilustrasi(Freepik)

SELAMA ini, glutathione dikenal luas sebagai "induk" dari segala antioksidan. Senyawa alami nan diproduksi oleh hati ini mempunyai reputasi mentereng dalam menjaga sistem imun hingga mencerahkan kulit. Namun, sebuah temuan medis terbaru memberikan peringatan mengejutkan: unsur nan semestinya melindungi tubuh ini rupanya bisa "dibajak" oleh sel kanker untuk mendukung pertumbuhannya.

Penelitian nan dipublikasikan dalam jurnal Nature mengungkapkan bahwa sel kanker mempunyai keahlian penyesuaian nan luar biasa. Dalam kondisi kekurangan nutrisi, tumor bisa memecah glutathione dan mengubahnya menjadi sumber daya pengganti untuk memperkuat hidup.

Pedang Bermata Dua bagi Tubuh

Glutathione pada dasarnya adalah senyawa vital nan tersusun dari tiga masam amino utama. Berikut adalah profil singkat mengenai glutathione berasas info nan dihimpun:

Aspek Keterangan
Komposisi Asam amino glutamat, sistein, dan glisin.
Fungsi Utama Melawan stres oksidatif, menjaga imun, dan metabolisme.
Temuan Baru Dapat dipecah menjadi bahan bakar (energi) oleh sel kanker.
Risiko Suplemen Berlebih Gangguan hati, kandas ginjal, dan percepatan tumor.

Isaac Harris, peneliti utama dalam studi tersebut, menjelaskan bahwa sel normal dan sel kanker menggunakan sumber nutrisi nan berbeda. "Kami menemukan bahwa sel kanker secara unik memecah glutathione dan menjadikannya sebagai bahan bakar," ujarnya sebagaimana dikutip dari Happiest Health.

Risiko Suplemen Sintetis

Meskipun suplemen glutathione dalam corak kapsul maupun suntikan terkenal untuk kecantikan dan kesehatan, para mahir sekarang mulai memberikan batas tegas. Dr. Radheshyam Naik memperingatkan bahwa perseorangan nan berisiko alias sudah didiagnosis kanker sebaiknya menghindari penggunaan suplemen glutathione sintetis.

Kadar glutathione nan terlalu tinggi dalam tubuh justru dikhawatirkan bakal mempercepat perkembangan sel kanker. Selain itu, konsumsi jangka panjang tanpa pengawasan medis nan ketat berisiko merusak organ vital seperti hati dan ginjal.

Catatan Penting: Strategi pengobatan kanker di masa depan kemungkinan besar bakal konsentrasi pada pembatasan pasokan nutrisi (asam amino) ke tumor untuk menghalang pertumbuhannya secara efektif.

Kembali ke Sumber Alami

Meski temuan ini menantang paradigma lama, bukan berfaedah glutathione kudu dimusuhi. Para mahir tetap menyarankan masyarakat untuk menjaga kadar antioksidan ini melalui cara-cara alami. Pola makan seimbang nan kaya bakal buah dan sayuran tetap menjadi metode terbaik untuk mendukung sistem kekebalan tubuh tanpa akibat berlebih.

Perlu digarisbawahi bahwa penelitian ini tetap berada pada tahap laboratorium. Diperlukan studi klinis lebih lanjut pada manusia untuk memastikan sejauh mana sistem "pembajakan" glutathione ini berakibat langsung pada pasien kanker di bumi nyata. Untuk saat ini, moderasi dan konsultasi medis menjadi kunci utama dalam mengonsumsi suplemen apa pun. (Happiest Health/Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia