Siswa Tewas Saat Ujian Praktik Sains Senapan Rakitan, Guru Tersangka

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Polres Siak, Provinsi Riau menetapkan pembimbing berinisial IP (35) sebagai tersangka dalam kasus siswa tewas saat ujian praktek sains di Sekolah Menengah Pertama Islamic Center Siak.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, menjelaskan penetapan tersangka terhadap IP berasas pada unsur kealpaan alias kelalaian.

Sebagai pembimbing pembimbing, tersangka sudah mengetahui bahwa proyek sains nan dibuat korban merupakan senjata nan menggunakan bahan peledak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tersangka IP sudah mengetahui bahwa karya siswa tersebut dapat mengeluarkan ledakan. Korban juga sudah memaparkan bahan-bahan nan digunakan serta langkah kerjanya. Namun, tersangka tetap memberikan izin kepada korban untuk mempraktekkannya di lapangan hingga terjadi kejadian mematikan ini," kata Kapolres di Siak.

Dia mengatakan dalam kasus ini, pihak kepolisian telah memeriksa 16 orang saksi, termasuk siswa, guru, dan master forensik. Sejumlah peralatan bukti juga telah disita, di antaranya printer 3D, laptop dan kamera.

Kemudian pecahan materialprinting3D berbentuk popor dan lade senapan, dua buah besi hitam panjang 70,5 centimeter dan 81 cm serta 60 butir besi bulat. Tak hanya itu juga ada serbuk hitam, sumbu, mancis, dan potongan obat nyamuk nan diduga sebagai bahan pemicu ledakan.

Tersangka IP lanjutnya dijerat dengan Pasal 474 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) atas kealpaannya nan mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

"Tersangka terancam pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun alias pidana denda kategori V," tutur Sepuh.

Sebelumnya, peristiwa tragis terjadi pada Rabu (8/4) saat sekolah itu sedang menyelenggarakan aktivitas "science show" alias ujian praktek mata pelajaran IPA.

Korban, seorang siswa kelas IX berinisial MAA (15), berbareng kelompoknya hendak memperagakan hasil karya berupa senapan rakitan nan dibuat menggunakan teknologi 3D Printer di lapangan sekolah.

Ketika dimulai, nan berkepentingan memperingatkan teman-temannya untuk menjauh dari lokasi. Akan tetapi saat korban mengambil posisi dan melakukan tembakan, senapan 3D rakitan tersebut justru meledak.

Suara ledakan nan sangat keras terdengar hingga menghamburkan pecahan material senapan ke arah aula dan tembok kelas. Naas, serpihan ledakan tersebut mengenai bagian wajah dan kepala korban.

Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Siak, nyawa remaja tersebut tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

(antara/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional