loading...
Ribuan email developer dan rekaman rahasia terekspos ke seluruh bumi mencoreng IGRS dan juga bikin Komdigi disorot. Foto: Gemini
JAKARTA - Kelalaian fatal pada sistem keamanan Indonesia Game Rating System (IGRS) berujung pada kebocoran masif ribuan info developer dunia dan lebih dari satu jam rekaman rahasia game kelas dunia, mencoreng kredibilitas industri digital Tanah Air.
Reputasi digital Indonesia kembali diuji di panggung dunia lewat sebuah kelalaian fatal. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada Indonesia Game Rating System (IGRS), badan pengelompokkan umur video game di bawah naungan pemerintah, nan tanpa sengaja membocorkan aset-aset paling dirahasiakan milik para developer game dunia.
Alih-alih menjadi gerbang pelindung konten visual bagi konsumen dalam negeri, sistem keamanan IGRS nan rentan justru menjadi celah tereksposnya berjam-jam rekaman gameplay rahasia.
Tak tanggung-tanggung, rekaman nan bocor tersebut merupakan materi nan diserahkan secara privat oleh developer untuk kebutuhan pengelompokkan rating, nan memuat perincian krusial hingga akhir cerita (ending) dari game nan apalagi belum resmi dirilis.
Kabar ini pertama kali terendus akhir pekan lalu, ketika laporan dari media terkemuka Video Games Chronicle (VGC) mengonfirmasi adanya kebocoran info secara masif.
Berdasarkan investigasi, kejadian ini tidak hanya menyebarkan video gameplay nan penuh spoiler, tetapi juga mengekspos lebih dari 1.000 alamat email milik para developer video game dunia ke ranah publik.
Daftar Panjang Korban Kebocoran
Salah satu pihak nan menerima pukulan paling telak dari kejadian ini adalah studio pengembangan IO Interactive.
Proyek ambisius mereka, 007: First Light, nan digadang-gadang sebagai salah satu rilis terbesar tahun 2026, sekarang kudu menelan pil pahit. Lebih dari satu jam rekaman video gameplay rahasia game tersebut telah beredar bebas di internet.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·