Skenario Invasi Darat AS, Ahli Geologi Sebut Kondisi Geografis Iran Jadi Benteng Alami

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

loading...

Kondisi Geografis Iran. Foto /Daily

TEHERAN - Meningkatnya bentrok antara Israel dan AS melawan Iran meningkatkan kemungkinan operasi darat AS, tetapi letak geografis Iran menghadirkan pilihan serangan nan sangat terbatas.

Pengerahan tambahan Marinir AS dan kapal serbu amfibi USS Tripoli ke Timur Tengah baru-baru ini menimbulkan pertanyaan serius di kalangan analis tentang apakah AS sedang mempersiapkan operasi darat melawan Iran.

Beberapa mahir pertahanan beranggapan bahwa pengerahan pasukan amfibi dapat menjadi tanda kesiapan nan terbatas untuk operasi darat.

Namun, dengan mempertimbangkan realitasmiliterdan geografis, kemungkinan AS melancarkan invasi skala besar ke Iran sangat kompleks, dan pilihan nan layak nyaris terbatas hanya pada dua rute utama: dari Irak alias melalui laut melalui Teluk Persia.

Iran telah lama dianggap sebagai salah satu negara dengan medan pertahanan alami terkuat di Timur Tengah. Sebagian besar wilayahnya berupa dataran tinggi nan dikelilingi oleh pegunungan besar dan gurun nan luas.

Dua sistem pegunungan utama nan berfaedah sebagai tembok alami adalah Pegunungan Zagros, nan membentang di sepanjang perbatasan barat dengan Irak sejauh sekitar 1.500 km, dan Pegunungan Alborz, nan terletak di utara dan membentang di sepanjang pantai selatan Laut Kaspia.

Rangkaian pegunungan ini menciptakan lembah-lembah sempit dan jalur-jalur terbatas, memaksa pasukan mekanis untuk bergerak melalui rute nan rentan terhadap pertahanan alias penyergapan.

Dalam peperangan modern, perihal ini membikin sangat susah untuk memindahkan tank, artileri, dan perbekalan jauh ke wilayah Iran.

Selain itu, sekitar sepertiga wilayah daratan Iran terdiri dari gurun luas seperti Dasht-e Kavir dan Dasht-e Lut. Ini adalah wilayah nan panas dan kering dengan populasi nan jarang dan praktis tidak cocok untuk kampanye militer nan berkepanjangan.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews