Tangerang, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan penambahan pengeboran 100 sumur eksplorasi pada tahun ini. Hal ini sebagai upaya pemerintah dalam mencari persediaan migas baru.
Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat Firdaus menjelaskan bahwa sasaran pengeboran sumur eksplorasi pada tahun ini sejatinya ditetapkan sebesar 39 sumur.
Namun demikian, SKK Migas mempunyai program ambisius berjudul Triple 100, nan mencakup pengeboran 100 sumur eksplorasi, 100 sumur multi-stage fracturing, dan 100 sumur pengembangan.
"Pimpinan kami memberikan pengarahan untuk menjalankan program "Triple 100", ialah 100 sumur eksplorasi, 100 inisiatif multistage fracturing dan multilayer fracturing, serta 100 tambahan sumur pengembangan," kata Rikky dalam aktivitas The 50th IPA Convex 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Jumat (22/5/2026).
Lebih lanjut, Rikky membeberkan untuk 2026, pihaknya berbareng para kontraktor perjanjian kerja sama (KKKS) telah menyusun program kerja dan anggaran sejak akhir 2025 guna mengejar sasaran produksi minyak sebesar 610 ribu barel per hari nan ditetapkan pemerintah.
Adapun guna mendukung sasaran tersebut, SKK Migas telah menyetujui program pengeboran sebanyak 832 sumur pengembangan dan 39 sumur eksplorasi nan bakal dijalankan oleh 157 kontraktor migas.
Sebelumnya, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan untuk mendukung program tersebut, SKK Migas telah menandatangani nota kesepahaman dengan Schlumberger, Halliburton dan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) guna menyiapkan unit pengeboran.
"Kemudian pengeboran pengembangan, itu tadi sudah sampaikan kita tahun ini totalnya ada 880 sekian untuk pengeboran sumur pengembangannya," katanya.
Djoko menegaskan bahwa strategi peningkatan produksi tidak dapat melangkah tanpa support kegunaan upaya dan pengadaan peralatan dan jasa. Adapun, regulator hulu migas di beberapa negara tetangga juga telah memberikan masukan dalam perencanaan jangka panjang.
"Sehingga bakal menjadi efisien di dalam pengeluaran untuk penyediaan peralatan dan jasanya, terutama di daerah-daerah perbatasan kita bisa saling meminjam akomodasi dan menggunakan akomodasi bersama. Dengan agenda nan disesuaikan di dengan negara-negara sekitar," ujarnya.
(wia)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·