
Mantan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Iskandar Sitompul (Foto: Tangkapan layar iNews TV)
JAKARTA - Mantan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Iskandar Sitompul menjelaskan kemungkinan argumen abdi negara TNI membubarkan pemutaran movie dokumenter berjudul Pesta Babi di Ternate. Menurut dia, langkah tersebut diambil untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan bentrok sosial di wilayah tersebut.
Iskandar menilai situasi di Ternate mempunyai sensitivitas tinggi lantaran kebanyakan penduduknya berakidah Islam. Penggunaan kata “babi” dalam titel movie dinilai dapat memicu keresahan meskipun movie tersebut membahas kritik terhadap pembangunan.
“Sejarah mengatakan demikian. Itu adalah Ternate. Ternate itu di sana jika kita lihat statistik itu 96,7 persen berakidah Islam,” ujar Iskandar dalam program Rakyat Bersuara berjudul “Ada Apa di Balik Film Pesta Babi?” nan disiarkan iNews, Selasa (19/5/2026).
Ia mengatakan, seorang komandan TNI mempunyai pertimbangan tersendiri sebelum mengambil keputusan, terutama dengan memandang situasi wilayah, kondisi sosial masyarakat, hingga laporan intelijen nan diterima di lapangan. Menurut dia, munculnya tulisan “Pesta Babi” pada sejumlah spanduk disebut memicu keresahan dan protes dari masyarakat di Ternate.
“Nah, feeling seorang komandan dengan data-data intelijen itu banyak kerepotan alias banyak gangguan alias protes-protes lantaran di spanduk di mana-mana ditulis ‘Pesta Babi’. Jadi semuanya resah,” katanya.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·