Arief Setyadi
, Jurnalis-Jum'at, 30 Januari 2026 |11:45 WIB

Ketum PSI Kaesang Pangarep (Foto: IG PSI)
JAKARTA – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menyoroti pemilihan kepala wilayah (pilkada) nan tetap diwarnai politik uang. Ia pun mendorong pertimbangan agar pilkada bisa melahirkan pemimpin berkualitas.
Pernyataan Kaesang potret dari kejadian nan terjadi dalam kontestasi politik pilkada. Tingginya syarat pencalonan kepala daerah, menurut Wakil Ketua Umum PSI Andy Budiman, menjadi aspek utama terjadinya politik uang.
Mulai dari syarat minimal support baik perseorangan maupun partai politik. Ia menilai perihal itu menimbulkan terjadinya praktik transaksional seperti jual beli bangku alias sekadar untuk mendapatkan tiket menjadi kepala daerah.
“Akibatnya, terjadi praktik jual beli bangku alias jual beli tiket dari kandidat untuk bisa memenangkan kontestasi, dan semakin tinggi syaratnya. Artinya biaya nan bakal dikeluarkan oleh kandidat bakal semakin besar, dan itu bakal semakin membuka potensi kesempatan untuk terjadinya korupsi ketika mereka terpilih dan menjabat,” ujarnya, dikutip Jumat (30/1/2026).
Menurut Andy, untuk memangkas rantai praktik kotor tersebut adalah dengan memangkas syarat pencalonan. “Jadi, jika misalnya, kita mau memutus mata rantai itu, salah satunya adalah dengan mengurangi syarat-syarat pencalonan. Dibuka seluas mungkin sehingga kandidatnya bakal semakin beragam," imbuhnya.
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·