Audiensi antara Media Group dengan delegasi STACO dan wartawan Libia di instansi Media Group, Kamis (9/4).(MI/Dhika Kusuma Winata)
ORGANISASI nonpemerintah asal Libia, Shaikh Tahir Alzawi Charity Organisation (STACO), menjajaki kesempatan kerja sama dengan Media Group dalam upaya memperkuat pengembangan media massa di negara tersebut. Penjajakan tersebut mengemuka dalam kunjungan delegasi STACO ke instansi Media Group di Kedoya, Jakarta, Kamis (9/4).
Pertemuan itu menjadi arena pertukaran gagasan, mulai dari berbagi pengalaman jurnalistik, pengembangan konten, hingga kesempatan kerjasama teknis dan pelatihan.
STACO menilai Indonesia, khususnya Media Group, mempunyai ekosistem media nan lebih matang dan bisa menjadi rujukan bagi perkembangan media di Libia.
Audiensi turut dihadiri Salem Abdulsalam Elarabi Ramadan (Chairman of the Board of Directors STACO), Mohammed Abdelbaset Moktar Eshkal (Head of Operation and Donor Affairs STACO), Amin Alhadi (jurnalis Libia), Almed Eltaher (jurnalis Libia), serta perwakilan Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Tripoli.
Head of Operation and Donor Affairs STACO, Mohammed Abdulbaset Moktar Eshkal, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari misi lima hari di Indonesia untuk menjajaki beragam corak kolaborasi. Pihaknya memandang kesempatan konkret untuk bekerja sama, termasuk mendatangkan tenaga ahli media ke Libia.
“Kami datang dari Libia sebagai perwakilan organisasi masyarakat sipil. Dalam pertemuan ini, kami berganti buahpikiran mengenai berbagi pengetahuan dengan media dan institusi,” ucapnya.
Bagi STACO, kerja sama ini krusial mengingat perkembangan media di Libia tetap dalam tahap awal. Setelah revolusi 2010, sekarang media independen di Libia mulai tumbuh namun belum mempunyai pengalaman pengelolaan sebesar industri media di Indonesia. Media di Libia juga menunjukkan kesukaan pada tren baru seperti podcast nan tengah berkembang di Indonesia.
Selain itu, mereka mau memahami strategi kanal pengelolaan media sosial lantaran platform seperti FB tetap menjadi salah satu kanal utama konsumsi info di Libia.

“Kami mempunyai beberapa aktivitas media, termasuk studio podcast di Libia. Kami memandang kesempatan kerjasama dengan menghadirkan tenaga media berilmu untuk bekerja berbareng kami,” tambah Mohammed.
Tak hanya itu, STACO juga membuka ruang pertukaran pengetahuan dua arah.
STACO berambisi pembicaraan dapat segera diwujudkan dalam corak kerja sama nyata.
“Kami berambisi menemukan titik jumpa dan melangkah ke tahap praktis, sehingga kerja sama ini bisa segera terealisasi dalam waktu dekat,” ucapnya.
Dari pihak Media Group, Kepala Divisi News Metro TV Aries Fadillah menyambut positif kesempatan tersebut. Ia menegaskan keterbukaan untuk beragam corak kolaborasi, termasuk training dan pertukaran konten.
Dia menjelaskan, Media Group sebagai lembaga media juga mengembangkan beragam aktivitas termasuk penyelenggaraan event hingga pelatihan. Menurut Aries, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bersama.
“Kami terbuka kerja sama, termasuk training ataupun pertukaran konten. Kami mempunyai kekuatan di jurnalistik sebagai televisi buletin terdepan di Indonesia,” kata Aries. (H-4)
Images
English (US) ·
Indonesian (ID) ·