Sumbangsih Industri Tambang untuk Ekonomi dan Sosial di Daerah

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Hilirisasi nikel dinilai turut mendorong pemerataan pembangunan dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah. Salah satu indikatornya terlihat dari meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Halmahera Selatan dan Provinsi Maluku Utara (Malut) dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, mineral banyak dijual dalam corak mentah sehingga nilai tambah ekonomi belum sepenuhnya dirasakan daerah. Kini, dengan hadirnya akomodasi pengolahan dan industri turunan, aktivitas ekonomi berjalan langsung di wilayah penghasil.

Kondisi tersebut turut membuka ruang fiskal nan lebih besar bagi pemerintah wilayah untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, jasa publik, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara tidak langsung, kehadiran industri hilirisasi juga berkontribusi terhadap meningkatnya kapabilitas pembangunan wilayah di Halmahera Selatan dan Malut.

Berdasarkan info Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu), PAD Kabupaten Halmahera Selatan dan Provinsi Malut mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Perolehan dan Peningkatan PAD Halmahera Selatan (2020-2025)

Pada tahun 2020, realisasi PAD Kabupaten Halmahera Selatan tercatat sebesar Rp 75,40 miliar. Tahun berikutnya (2021) mengalami peningkatan menjadi Rp 85,43 miliar, alias naik sekitar Rp 10,03 miliar. Namun, pada tahun 2022 terjadi penurunan menjadi Rp 71,23 miliar, turun sekitar Rp 14,20 miliar dari tahun sebelumnya.

Peningkatan signifikan baru terjadi pada tahun 2023, di mana PAD melonjak drastis menjadi Rp 180,92 miliar. Angka ini melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding tahun 2022, dengan kenaikan mencapai Rp 109,69 miliar.

Tren positif bersambung pada tahun 2024, dengan realisasi PAD sebesar Rp 231,66 miliar, naik Rp 50,74 miliar dari tahun 2023. Puncak capaian PAD selama periode ini terjadi pada tahun 2025, ialah sebesar Rp 244,07 miliar, dengan peningkatannya sekitar Rp 12,41 miliar. dibanding tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, dari tahun 2020 hingga 2025, PAD Halmahera Selatan tumbuh sebesar Rp 168,67 miliar, alias meningkat lebih dari tiga kali lipat.

Perolehan dan Peningkatan PAD Maluku Utara (2020-2025)

Provinsi Maluku Utara mencatatkan PAD sebesar Rp 447,29 miliar pada tahun 2020. Tahun 2021 mengalami peningkatan menjadi Rp 552,35 miliar, naik Rp 105,06 miliar. Kenaikan nan lebih tajam terjadi pada tahun 2022, dengan realisasi PAD mencapai Rp 779,23 miliar, alias bertambah Rp 226,88 miliar dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2023, terjadi sedikit penurunan menjadi Rp 758,17 miliar, turun sekitar Rp 21,06 miliar. Namun, tahun 2024 menunjukkan lonjakan tertinggi sepanjang periode, ialah mencapai Rp 1.082,09 miliar, naik Rp 323,92 miliar dari tahun 2023. Sayangnya, pada tahun 2025 PAD kembali menurun menjadi Rp 1.017,51 miliar, alias turun Rp 64,58 miliar dibanding tahun sebelumnya.

Meskipun fluktuatif, secara keseluruhan PAD Maluku Utara dari tahun 2020 ke 2025 mengalami peningkatan sebesar Rp 570,22 miliar, nan menunjukkan pertumbuhan lebih dari dua kali lipat. Lonjakan terbesar terjadi pada tahun 2024, sementara penurunan terlihat pada tahun 2023 dan 2025.

Selain itu, peningkatan aktivitas industri juga berakibat pada penyerapan tenaga kerja umum di Malut. Tercatat, tingkat tenaga kerja umum di Malut berada di nomor 34,37% pada 2022, 33,92% pada 2023, meningkat menjadi 35,24% pada 2024, dan kembali naik menjadi 35,49% pada 2025. Sementara itu, jumlah tenaga kerja Harita Nickel nan berasal dari Malut mencapai 42,8% pada 2024.

Harita Nickel melalui program Mechanic Talent Pool Program (MTPP), nan berkontribusi dalam mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus sejalan dengan program nasional di bagian ketenagakerjaan dan pendidikan vokasi.

Selain itu, Harita Nickel juga melakukan kerjasama dengan Pemprov Malut dalam menjalankan program Soligi Zero Stunting di Pulau Obi. Program Soligi Zero Stunting telah dijalankan sejak 2022 dengan memadukan intervensi gizi, edukasi kesehatan, dan penguatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Program ini menjadi bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus support terhadap upaya Pemprov Malut dalam menekan nomor stunting.

"Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Kami percaya, kesehatan anak adalah fondasi krusial bagi masa depan nan lebih kuat dan sejahtera," papar Community Development Manager Harita Nickel Broto Suwarso, dikutip dari detikNews, Sabtu (16/5/2026).

Harita NickelFoto: Harita Nickel

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Halmahera Selatan, Nasyir J. Koda, mengapresiasi perusahaan nan dinilai konsisten memenuhi kewajibannya kepada daerah.

"Pemerintah wilayah tentu memberikan apresiasi kepada PT Harita Group nan konsisten dan alim dalam memenuhi kewajibannya, terutama dalam pembayaran pajak dan retribusi daerah," ujar Nasyir.

Menurutnya, kepatuhan perusahaan dalam memenuhi tanggungjawab wilayah menjadi bagian krusial dalam menciptakan tata kelola investasi nan sehat. Sebab, aktivitas upaya nan berkembang di wilayah idealnya turut memberikan akibat terhadap penerimaan wilayah dan pelayanan publik.

"Kontribusi ini sangat nyata. Dari sasaran Rp 8 miliar, sampai triwulan II tahun 2026 sudah mencapai Rp 20 miliar. Ini menunjukkan bahwa kepatuhan investasi dapat memberi nilai tambah nan besar bagi daerah," katanya.

Deputi Bidang Percepatan Pemberdayaan Kapasitas dan Penyediaan Akses, Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Novrizal Tahar menilai Harita Nickel sukses meningkatkan ekonomi masyarakat dan pengentasan kemiskinan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Hal ini dia sampaikan sebagai respons atas program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) oleh Harita Nickel. Menurutnya, Corporate Social Responsibility (CSR) nan dilakukan oleh Harita Nickel tidak sekadar berkarakter bantuan, tetapi berorientasi pada kemandirian dan pemberdayaan berkelanjutan.

"Apa nan dilakukan Harita Nickel di Pulau Obi patut diapresiasi. Programnya bukan sekadar simbolik, tapi betul-betul meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ini contoh nyata gimana CSR dapat menjadi mesin penggerak ekonomi lokal," ujar Novrizal dikutip beberapa waktu lalu.

Diketahui, Harita Nickel turut membangun beragam prasarana dasar di sekitar wilayah operasionalnya, termasuk sistem air bersih, jaringan listrik, dan perumahan layak huni bagi masyarakat lokal. Pendekatan ini memperkuat fondasi sosial-ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka secara menyeluruh.


(anl/ega)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance