Suporter Rusuh Bikin Klub Merugi, Hukuman Komdis PSSI Tidak Efektif!

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Suporter Rusuh Bikin Klub Merugi, Hukuman Komdis PSSI Tidak Efektif!

Komdis PSSI diminta untuk lebih tegas dalam memberi balasan sehingga efektif (Foto: Instagram/@panggilsajaaldo_)

FENOMENA kerusuhan suporter kembali menjadi sorotan besar dalam sepakbola Indonesia. Mulai dari tindakan turun ke lapangan, penyalaan flare, hingga perusakan akomodasi stadion, terus berulang dan berujung pada balasan berat dari Komdis PSSI.

Di tengah situasi tersebut, muncul pertanyaan besar, apakah balasan nan selama ini diberikan betul-betul efektif? Pengamat Sepakbola, Doni Setiabudi, menilai balasan nan dijatuhkan sejatinya sudah cukup berat dan sangat merugikan klub.

Namun di sisi lain, perilaku oknum suporter tetap terus berulang. Sehingga diperlukan langkah nan lebih tegas dan modern dalam pengelolaan pertandingan.

1. Dampak Kerusuhan Suporter

 Instagram/@prettygirllo0oni)

Sejumlah kasus dalam beberapa musim terakhir menunjukkan akibat kerusuhan suporter bukan hanya merugikan klub secara moral, tetapi juga secara finansial. Persela Lamongan misalnya, sempat dihukum larangan bermain tanpa penonton selama satu musim akibat kerusuhan suporter.

Hukuman itu menjadi pukulan besar bagi klub lantaran kehilangan pemasukan pertandingan dan berakibat terhadap kondisi finansial tim hingga membikin sejumlah penanammodal memilih mundur. Terbaru, Persipura Jayapura juga menerima balasan larangan bermain tanpa penonton selama satu musim.

Situasi tersebut membikin klub berjuluk Mutiara Hitam kudu mengeluarkan biaya operasional lebih besar terutama untuk kebutuhan akomodasi dan transportasi tim. Sementara, pemasukan dari penjualan tiket dan kehadiran suporter praktis hilang.

Belum selesai sampai di situ, kasus terbaru kembali terjadi saat laga PSM Makassar kontra Persib Bandung. Ulah oknum suporter nan masuk ke dalam lapangan kembali membikin klub berada dalam posisi dirugikan dan terancam hukuman tambahan.

"Kalau saya berkaca dari beberapa pertandingan terakhir nan memang sering terjadi kerusuhan alias suporter masuk ke lapangan, sebenarnya balasan itu cukup terasa," kata Doni dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).

"Contohnya Persib Bandung nan kena denda AFC sampai Rp3,5 miliar dan larangan didampingi penonton beberapa pertandingan. Itu jelas berat dan sangat merugikan klub," imbuhnya.

2. Kultur Sepakbola

Menurut laki-laki nan berkawan disapa Kang Jalu itu, efektivitas balasan kudu dilihat dari dua sisi. Pertama, Komdis PSSI kudu betul-betul tegas dan konsisten menjalankan izin tanpa pandang bulu.

"Kalau regulasinya mengatakan pelanggaran tertentu hukumannya sekian, ya kudu diterapkan seperti itu. Jangan sampai hukuman muncul berasas persepsi alias suka tidak suka terhadap klub tertentu,” kata Doni.

Namun Doni juga menyoroti persoalan nan lebih mendasar, ialah budaya suporter di Indonesia nan dinilai tetap belum siap menerima kekalahan. Dalam sepakbola hanya ada tiga hasil, menang, kalah, alias seri. Tapi, kultur menerima kekalahan suporter Indonesia tetap rendah.

Makanya, kata Doni edukasi kepada suporter itu penting. Kerusuhan nan terjadi sejatinya bukan hanya merugikan klub secara finansial tapi merusak atmosfer pertandingan dan membikin penonton lain merasa tidak nyaman.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com