Pembangunan dermaga logistik pertanian di area food estate Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, terus dikebut untuk mendukung pengedaran perangkat berat, sarana produksi, dan hasil pertanian melalui jalur laut, Senin (2/2)(dok.istimewa)
PEMBANGUNAN lumbung pangan alias food estate di Wanam, Merauke, Papua Selatan sangat krusial dan strategis untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional sesuai program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Peneliti Indikator Politik Bawono Kumoro menekankan, pembangunan food estate di Wanam sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) sangat krusial di masa depan. “Tentu kudu tetap dilanjutkan. Jangan justru terhenti ketika ada upaya dari kalangan tertentu nan mencoba menggagalkan program ini,” kata Bawono, Rabu (20/5).
Bawono menilai ada pihak-pihak tertentu nan berupaya menghalang pembangunan sektor ketahanan pangan dengan program satu juta hektare cetak sawah di Wanam. “Termasuk dengan pembuatan movie Pesta Babi," jelas Bawono.
Lebih lanjut dia juga menegaskan, proyek lumbung pangan di Wanam bakal dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang. “Mungkin di masa jangka pendek alias jangka menengah ini belum bisa terlihat secara jelas buah dari program ketahanan pangan ini, tapi di masa jangka panjang, di masa depan tentu bakal mempunyai nilai strategis program tersebut. Karena itu kudu tetap dilanjutkan oleh pemerintah," ujar Bawono.
Progres Signifikan
Sebagai informasi, PSN Wanam di Papua Selatan menunjukkan progres signifikan dengan sejumlah akomodasi utama telah rampung 100 persen. Kehadiran proyek tersebut telah membawa angan baru bagi masyarakat lokal, terutama dalam mendorong kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di wilayah setempat.
Salah satu penduduk Papua mengaku berterima kasih atas pembangunan nan sekarang menjangkau hingga ke kampung dan dusun mereka. Menurutnya, faedah proyek tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.
“Kami kudu berterima kasih lantaran kapan lagi kami kudu bisa menerima itu? Bukan lantaran kita saja nan bisa menikmati, tapi sampai kami punya anak-cucu,” kata salah seorang penduduk Tarsan Balagaize, dikutip di Jakarta, Kamis (14/5).
Ia menilai program pembangunan dari pemerintah pusat bakal membuka kesempatan kehidupan masyarakat lokal menjadi lebih baik dan makmur. “Kalau memang sudah ada program ini dari pemerintah pusat berfaedah kita punya kehidupan masyarakat lokal di sini mungkin sudah bakal jadi lebih makmur,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, penduduk setempat juga menyampaikan apresiasi lantaran pembangunan sekarang menjangkau area nan sebelumnya belum tersentuh infrastruktur. “Masyarakat menerima penuh pembangunan PSN Wanam tersebut. Jadi kami sangat berterima kasih dan kami menerima dengan 100 persen program pembangunan ini,” tuturnya.
Pusat Cadangan Pangan Nasional
Sementara itu, seorang petugas proyek menjelaskan progres pembangunan sejumlah akomodasi penunjang di area PSN Wanam nyaris seluruhnya selesai. Area jetty multipurpose dan solar cell disebut telah mencapai progres 100 persen. “Untuk progres area jetty multipurpose sudah mencapai 100 persen,” ujar petugas proyek.
Selain itu, pembangunan tangki HSD berkapasitas 5.000 metrik ton telah mencapai 97 persen, sedangkan warehouse multipurpose mencapai 88 persen. “Untuk HSD tank kapabilitas 5.000 meter per ton kita sudah menyetok di 97 persen. Berikut juga dengan warehouse multipurpose kita sudah mencapai 88 persen, dan disusul nan pasti oleh solar cell kita sudah 100 persen,” katanya.
Wanam sekarang diproyeksikan menjadi pusat Cadangan Pangan Nasional melalui program cetak sawah baru nan ambisius seluas 1 juta hektare. PSN nan didanai dan dikerjakan oleh Jhonlin Group ini bukan sekadar membuka lahan pertanian, melainkan membangun ekosistem kehidupan baru nan mencakup jaringan irigasi, industri biodiesel, hingga penguatan pertahanan negara. Namun, kunci dari seluruh ekosistem ini adalah satu, ialah konektivitas. (Cah/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·