loading...
Temuan Batu Misterius di Belakang Rumah. Foto Science alerf
NEW YORK - Jika Anda pernah mencoba merenovasi taman, Anda pasti bakal menemukan pecahan tembikar dan patung-patung nan sudah lama terlupakan nan tertelan oleh tanaman rambat.
Tetapi bagi satu pasangan, tiruan penemuan arkeologis itu berubah menjadi penemuan nan sesungguhnya.
Sekilas, lempengan marmer nan diukir dalam bahasa Latin – termasuk frasa " roh orang meninggal " – mungkin tampak seperti replika produksi massal nan dirancang untuk memberikan sedikit sentuhan ornamental pada taman.
Namun bagi antropolog Daniella Santoro, nan tinggal berbareng suaminya Aaron Lopez di sebuah rumah berhistoris di lingkungan Carrollton, New Orleans, barang itu – nan ditemukan separuh terkubur di semak-semak – memicu firasat buruk. Untuk sesaat, dia cemas mereka mungkin telah menemukan sebuah makam kuno.
"Fakta bahwa itu dalam bahasa Latin betul-betul membikin kami terhenti sejenak, kan?" kata Santoro kepada Associated Press . "Maksud saya, Anda memandang sesuatu seperti itu dan Anda berkata, 'Oke, ini bukan perihal biasa.'"
Alih-alih mengabaikan instingnya, Santoro menghubungi para ahli. Di antara mereka nan memeriksa prasasti tersebut adalah arkeolog Susann Lusnia dari Universitas Tulane dan antropolog D. Ryan Gray dari Universitas New Orleans, nan membagikan temuan tersebut kepada kolega lainnya.
Tidak butuh waktu lama bagi para peneliti untuk menyadari apa nan telah ditemukan pasangan tersebut.
Teks Latin tersebut dimulai dengan Dis Manibus – "kepada roh orang mati" – sebuah dedikasi umum pada prasasti pemakaman Romawi. Dalam praktik pemakaman Romawi, Dis Manibus adalah dedikasi standar kepada roh orang nan telah meninggal, nan sering diukir di bagian atas batu nisan. Ribuan prasasti semacam itu tetap ada di seluruh jejak Kekaisaran Romawi.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·