loading...
Telegram Memblokir Hampir 190.000 Akun Berbahaya. FOTO/Daily
JAKARTA - Aplikasi perpesanan Telegram memblokir lebih dari 187.000 grup dan saluran pada hari Senin, nan merupakan salah satu jumlah tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, menurut kajian Sputnik/RIA Novosti terhadap info statistik aplikasi perpesanan tersebut.
Sebanyak 187.634 grup dan saluran nan diblokir merupakan nomor tertinggi keempat pada bulan Februari, hanya pada tanggal 22-23 Januari dan 15 Februari nan mencatat nomor tertinggi
Sejak 1 Februari, Telegram telah memblokir total 2,04 juta grup dan saluran, termasuk 7.116 grup dan saluran nan “terkait teror.”
Sejak Januari 2026, jumlah grup dan saluran nan diblokir telah mencapai nyaris 7,5 juta, termasuk 27.382 saluran nan “berhubungan dengan terorisme.”
Sejak tahun 2015, proses moderasi telah mencakup keluhan pengguna dan pemantauan proaktif berasas pembelajaran mesin, nan ditingkatkan pada awal tahun 2024 dengan perangkat moderasi nan didukung AI, menurut Telegram.
Aplikasi perpesanan Telegram dibuat pada tahun 2013 oleh Pavel Durov, pendiri platform media sosial Rusia, VKontakte.
Jumlah pengguna aktif bulanan Telegram melampaui satu miliar.
(wbs)
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·