
Terkena Dampak Wabah Ebola, Timnas Kongo Terancam Tanpa Suporter di Piala Dunia 2026. (Foto: FIFA)
TIM nasional (Timnas) Republik Demokratik (RD) Kongo terancam kudu berjuang sendirian di Piala Dunia 2026 tanpa didampingi oleh para pendukung setianya. Hal ini terjadi menyusul ledakan pandemi virus Ebola jenis Bundibugyo di wilayah timur negara tersebut nan telah menelan korban jiwa hingga lebih dari 130 orang.
Berdasarkan laporan dair The Thao 247, situasi darurat kesehatan nan telah dikonfirmasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ini langsung memukul agenda persiapan Timnas Kongo. Federasi sepak bola setempat terpaksa membatalkan tiga sesi pemusatan latihan serta agenda melepas tim berbareng fans nan semula dijadwalkan berjalan di ibu kota Kinshasa.
Dampak terburuk sekarang membayangi para suporter Timnas Kongo. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) tengah mengkaji kebijakan pengetatan wilayah berupa larangan masuk bagi penduduk asing nan mempunyai riwayat perjalanan ke RD Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan dalam kurun waktu tiga minggu terakhir.
Jika izin berdurasi minimal 30 hari ini resmi diketuk, suporter Timnas Kongo dipastikan tidak bisa terbang untuk memberikan support langsung di stadion, mengulang memori kelam keikutsertaan mereka di arena Piala Dunia sebelumnya.
1. Jaminan Keamanan dari FIFA
Meskipun terancam kehilangan support fans, badan pengelola Piala Dunia 2026 memastikan kewenangan kepesertaan Timnas Kongo tidak bakal dicabut. Skuad berjuluk The Leopards ini tetap diperbolehkan bertanding tanpa adanya akibat diskualifikasi.
Timnas Kongo (CAF)
Kendati demikian, FIFA dan otoritas setempat menerapkan syarat medis nan sangat ketat bagi seluruh personil tim. Seluruh pemain dan staf kepelatihan diwajibkan untuk tidak menginjakkan kaki di wilayah RD Kongo dalam kurun waktu 21 hari sebelum agenda kehadiran mereka ke Amerika Serikat.
Jika ada personil tim nan melanggar ketentuan tersebut, para pemain Kongo wajib melewati prosedur karantina ketat nan menyamai protokol bagi penduduk negara AS nan baru kembali dari area merah wabah.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·