Terungkap, Inilah Alasan Sebenarnya OpenAI Menutup Sora

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Beberapa waktu lampau kita mendapatkan berita bahwa OpenAI akhirnya memutuskan untuk menghentikan Sora, sebuah tool AI nan memungkinkan pengguna untuk membikin video dengan sangat mudah berbasiskan teks dan gambar saja.

Nah banyak spekulasi dari pengguna mengenai kenapa OpenAI menghentikan Sora dan salah satu nan paling banyak dibicarakan adalah dugaan bahwa aplikasi tersebut digunakan untuk mengumpulkan info wajah pengguna.

Namun, laporan terbaru mengungkap bahwa argumen sebenarnya jauh lebih sederhana loh, ialah Sora adalah project mahal nan tidak cukup diminati pengguna.

Hanya Hype di Awal

Nah saat pertama kali dirilis kita ingat bahwa Sora menarik banyak perhatian dengan keahlian menghasilkan video dari teks. Bahkan, jumlah penggunanya sempat mencapai sekitar satu juta secara global.

Namun sayangnya, nomor tersebut tidak memperkuat lama lantaran dalam waktu singkat, jumlah pengguna aktif turun drastis hingga di bawah 500 ribu. Penurunan ini menunjukkan bahwa daya tarik awal Sora tidak cukup kuat untuk mempertahankan engagement dalam jangka panjang.

Selain itu, masalah terbesar Sora adalah biaya operasional nan tinggi, setiap hari, kabarnya Sora menghabiskan sekitar $1 juta untuk tetap berjalan.

Hal ini terjadi tentu lantaran proses pembuatan video AI memerlukan sumber daya komputasi nan sangat besar terutama penggunaan chip AI, jadi setiap kali pengguna membikin video, secara langsung pengguna menguras kapabilitas komputasi nan terbatas. Dengan jumlah pengguna nan tidak sebanding dengan biaya, Sora akhirnya menjadi beban besar bagi perusahaan.

Selain itu, sementara OpenAI konsentrasi dalam pengembangan Sora, pesaing justru bergerak lebih sigap di sektor nan bisa dibilang lebih menguntungkan padahal Sora sudah menjadi beban dan tidak sehype seperti sebelumnya.

Nah oleh lantaran itu, pada akhirnya CEO Sam Altman memilih langkah tegas ialah menutup Sora nan jelas bakal membebaskan resource komputasi dan memfokuskan ulang strategi OpenAI.

Secara umum sih bisa dibilang keputusan cukup mendadak apalagi Disney nan sebelumnya telah berkomitmen untuk bekerja sama dengan nilai hingga $1 miliar dengan Sora juga ikut kaget lantaran pihak Disney baru mengetahui project ini dihentikan kurang dari satu jam sebelum diumumkan ke publik.

Tapi tentu jika memang sudah tidak mempunyai banyak pengguna dan beban biaya nan terlalu tinggi, langkah ini adalah sebuah keputusan bagus bagi OpenAI lantaran mereka bisa konsentrasi untuk mengembangkan bagian lain dan mulai mengejar kembali kompetitornya seperti Claude AI.

Nah gimana menurutmu mengenai perihal ini? komen dibawah guys, berikan pendapatmu.

Via : Tech Crunch, The Guardian


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya
Sumber Winpoin.com
Winpoin.com