
The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Bitcoin Kembali Turun (Foto: Freepik)
JAKARTA - Harga Bitcoin (BTC) pada Kamis (29/1) kembali mengalami pelemahan di bawah USD90.000 setelah Federal Reserve (The Fed) merilis pernyataan Federal Open Market Committee (FOMC) Januari 2026 nan memutuskan untuk menahan suku kembang referensi di kisaran 3,50%–3,75%. Keputusan tersebut sejalan dengan ekspektasi pelaku pasar, namun tetap memicu respons negatif pada aset berisiko, termasuk kripto.
Berdasarkan info pasar global, Bitcoin sempat naik di atas level USD90.000 sehari sebelumnya pada Rabu (28/1), didorong oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump nan tidak cemas terhadap penurunan dolar AS.
Pada saat nan sama, arus biaya institusional juga turut menunjukkan sikap lebih berhati-hati, nan tercermin dari arus keluar pada produk spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat (AS) senilai USD147.37 juta.
VP Indodax Antony Kusuma menilai pergerakan ini mencerminkan reaksi pasar terhadap kebijakan moneter nan sebelumnya telah diantisipasi.
"Keputusan The Fed untuk menahan suku kembang sebenarnya sudah tercermin dalam ekspektasi pasar. Namun, kebijakan tersebut dinilai belum memberikan dorongan baru bagi pasar," ujar Antony.
Antony juga menekankan bahwa volatilitas jangka pendek pasca pengumuman kebijakan moneter merupakan pola nan kerap terjadi di pasar mata uang digital global. “Peristiwa seperti FOMC sering menjadi momen pertimbangan bagi investor. Pergerakan nilai nan terjadi mencerminkan proses penyesuaian pasar terhadap info nan sudah dikonfirmasi secara resmi,” lanjutnya.
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·