Tiga Pekerja Tewas Keracunan Udara di Lambung Tongkang

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Tiga Pekerja Tewas Keracunan Udara di Lambung Tongkang Tim SAR Jambi dibantu personel Polairud Polda Jambi bekerja keras mengevakuasi tiga pekerja nan terjebak dalam ruang palka kapal tongkang besi (bargas) KM TS Daya Niaso, di Sungai Batanghari, Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muarojambi, Rabu siang (20/5/2026(Dok Kantor Basarnas Jambi)

TERJEBAK gas beracun, tiga orang pekerja ditemukan meninggal bumi saat dievakuasi Tim SAR dari lambung sebuah kapal tongkang besi (bargas) nan bersandar di penggir Sungai Batanghari, Desa Niaso, Kecamatan Marosebo, Kabupate Muarojambi, Jambi, Rabu siang (20/5).

Ketiga korban atas nama Zulkarnen, 42, Popo, 32, dan Risdiansyah, 41. Ketiga korban dilaporkan terkurung dan terjebak gas berbisa saat bekerja memperbaiki ruang bawah Bargas KM TS Daya Niaso, sekitar pukul 09.00 WIB Rabu pagi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jambi, Adah Sudarsa membenarkan perihal itu, Rabu siang, seusai berjuang satu jam lebih berbareng tim mengevakuasi ketiga korban.

Jasad ketiga korban nan semuanya berasal dari wilayah Pontianak, Kalimantan Barat itu, usai dikeluarkan dalam kondisi meninggal dunia, dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jambi.

Adah Sudarsa menjelaskan, info mengenai ketiga korban nan terkurung dalam palka tongkang di Muarojambi, diterima Tim SAR pukul 09.15 WIB. Sekitar 20 menit pasca ketiga korban memasuki ruang terbatas dalam palka tongkang. Laporan diterima dari seorang laki-laki berjulukan Sani, pemilik tongkang nahas.

Menerima laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Jambi langsung mengerahkan Search Rescue Unit (SRU) nan berkekuatan 14 personel rescue. Menggunakan jalur darat dan air, tim menempuh jarak sekitar 13,5 kilometer. Tiba di letak kejadian pada pukul 10.25 WIB tim SAR Basarnas berbareng pesonel Polairud Polda Jambi, langsung melakukan koordinasi dan proses evakuasi.

Mengingat letak kejadian berada di dalam palka kapal nan minim oksigen dan rawan gas beracun, Tim SAR menggunakan peralatan unik Confined Space Rescue (CSR). Proses pengangkatan jenazah korban dilakukan secara berjenjang oleh Tim SAR Gabungan.

Korban pertama nan ditemukan dan dievakuasi keluar dari lobang palka tongkang, adalah Zulkarnain. Kemudian sekitar pukul 11.03 WIB disusul jasad Popo dan Rudiansyah.

Setelah sukses dievakuasi dari dalam lambung kapal, seluruh jenazah korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara menggunakan armada darat untuk proses penanganan dan otopsi lebih lanjut.(SL/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia