Jakarta, CNN Indonesia --
Tim Pengawas Haji DPR RI 2026 bakal memberikan perhatian unik kepada penyelenggaraan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina alias Armuzna.
Perhatian diberikan lantaran pengalaman pada musim haji sebelumnya terjadi mobilisasi jutaan jemaah Indonesia di area tersebut pada puncak musim haji.
Kepadatan manusia dalam waktu berbarengan membikin akibat kelelahan, keterlambatan transportasi, hingga kekacauan mobilisasi sangat mungkin terjadi andaikan skenario pengamanan tidak dirancang secara matang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota Timwas Haji DPR RI Rieke Diah Pitaloka meminta pemerintah dan semua pihak nan mengenai dengan penyelenggara haji untuk siaga dalam mengantisipasi mobilisasi jutaan jemaah tersebut agar tidak terjadi masalah.
Bahkan, pihaknya meminta pemerintah menyiapkan skenario menghadapi kondisi darurat saat puncak musim haji.
"Kami minta ini dis iapkan skenario kedaruratan, terutama ketika mobilitas jemaah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina," kata Rieke saat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (18/05).
Lebih lanjut, menurutnya, Armuzna merupakan fase paling berat dalam seluruh rangkaian ibadah haji.
Berkaca dari pada pengalaman tahun 2023 ketika dirinya berangkat haji bukan dalam kapabilitas sebagai Timwas DPR. Berdasarkan pemantauannya, beragam persoalan mobilisasi disebutnya cukup serius dan berakibat langsung terhadap kenyamanan jemaah Indonesia.
"Nah, tahun 2023 saya juga berangkat haji, tapi bukan sebagai Timwas. Ada persoalan-persoalan nan cukup serius mengenai mobilisasi jemaah kita ketika di puncak haji tersebut. Mudah-mudahan tahun ini tidak ada begitu," ujarnya.
Oleh lantaran itu, pihaknya mendorong adanya penguatan koordinasi antarlembaga agar pengedaran transportasi, pengaturan agenda keberangkatan, hingga penanganan jemaah sakit dapat dilakukan lebih sigap dan terukur.
Timwas DPR juga bakal memastikan pemerintah mempunyai langkah mitigasi andaikan terjadi kepadatan ekstrem di jalur perpindahan jemaah.
Ia pun berambisi pelayanan terhadap jemaah Indonesia tahun ini dapat melangkah lebih baik dibanding musim haji sebelumnya. Baginya, pengaturan tahapan ibadah nan tertib bakal sangat menentukan keselamatan dan kenyamanan jemaah di Tanah Suci.
"Harapannya lebih baik lagi pelayanan kepada jemaah Indonesia dari Indonesia sendiri tentunya, untuk mengatur gimana mereka bisa melakukan tahapan-tahapan haji dengan baik," tuturnya.
Selain Armuzna, pengawasan kesehatan juga menjadi bagian penting. Tingginya aktivitas bentuk dan cuaca ekstrem di Arab Saudi membikin jemaah rentan mengalami kelelahan. Dalam kondisi tertentu, keterlambatan penanganan dapat berujung fatal, terutama bagi lansia.
Menutup pernyataan, Rieke menegaskan pengalaman masa lampau kudu menjadi bahan pertimbangan berbareng agar penyelenggaraan haji Indonesia semakin tertata. Menurutnya, keberhasilan haji bukan hanya soal kelancaran ibadah, tetapi juga keahlian negara melindungi keselamatan jemaah selama berada di Tanah Suci.
[Gambas:Video CNN]
(agt)
Add
as a preferred source on Google
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·