Timwas DPR Sebut Petugas Kesehatan-Fasilitas Medis Haji Belum Ideal

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026, Netty Prasetiyani Aher, mengingatkan jumlah petugas kesehatan dan akomodasi medis nan digunakan untuk melayani jemaah haji saat ini belum ideal untuk menghadapi kompleksitas pelayanan jemaah di Tanah Suci.

Setelah melakukan serangkaian pemantauan di Arab Saudi, Netty menemukan sejumlah persoalan mendasar, mulai dari keterbatasan tenaga kesehatan, tingginya jumlah jemaah akibat tinggi, hingga armada ambulans nan sudah tidak layak operasi.

"Usulan untuk tahun nan bakal datang perlu ditambah kuota petugas Haji bagian kesehatan baik di kloter maupun di PPIH Arab Saudi," kata Netty Senin (25/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan saat ini, total petugas kesehatan haji tercatat 1.249 orang. Mereka terdiri dari 1.050 Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) dan 199 petugas kesehatan non-kloter. Mereka kudu menangani lebih dari 221 ribu jemaah Indonesia nan tersebar di beragam sektor pemondokan.

Menurut Netty, rasio tersebut belum memadai mengingat kebanyakan jemaah mempunyai kerentanan kesehatan. Selain aspek usia lanjut, banyak jemaah juga menderita penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, gangguan jantung, hingga kanker.

"Jumlah 199 PPIH bagian kesehatan dan 1.050 TKHK bukan rasio nan ideal untuk dapat melayani jemaah dengan beragam tantangan baik kesehatan, letak pemondokan, aspek sosio kultural, cuaca panas, kepadatan jemaah, dan lain sebagainya," papar Politisi Fraksi PKS ini.

Persoalan lain nan mendapat perhatian serius adalah kondisi ambulans milik Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Dari sembilan unit ambulans milik KKHI, sebagian besar dinilai sudah tua dan tidak optimal digunakan.

"Eksisting ambulans nan dimiliki Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sebanyak 9 unit sudah tua, AC tidak dingin, dan tidak layak. Otomatis nan dapat digunakan 15 unit ambulans nan statusnya menyewa," tutur Anggota Komisi Kesehatan DPR RI itu.

Padahal, kebutuhan ambulans meningkat tajam menjelang Armuzna untuk pemindahan jemaah sakit dari pemondokan menuju rumah sakit maupun lokasi-lokasi ibadah utama.

"Padahal kebutuhan terhadap ambulans sangat tinggi untuk mengevakuasi, merujuk, dan mengantarkan pasien/jemaah ke rumah sakit (RS), pemondokan, dan puncak Haji Armuzna," lanjutnya.

Netty pun mengusulkan peremajaan armada ambulans pengadaan 2010 dengan unit baru agar pelayanan kesehatan jemaah tidak terganggu. Selain itu, dia meminta pembaruan perangkat kesehatan dan pembangunan gedung KKHI nan lebih ramah pasien.

Menurutnya, gedung KKHI Makkah nan saat ini mencapai 17 lantai menyulitkan proses penanganan pasien rujukan dan observasi. "Gedung baru tidak perlu tinggi (17 lantai) tapi bisa menampung jamaah nan memerlukan rujukan sebelum ke RS Arab Saudi dan sebagai tempat observasi sementara minimal 24 jam," usul Netty

(agt)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional