Timwas Haji DPR-Kemenhaj Gelar Rapat Bersama Bahas Persiapan Armuzna

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Tim Pengawas Haji DPR 2026 dan juga Kementerian Haji, Badan Pengelola Keuangan Haji, Puskes Haji Kemenhaj, dan sejumlah pemangku kepentingan mengenai menggelar rapat koordinasi berbareng untuk membahas dan mematangkan persiapan puncak ibadah haji nan bakal mulai terjadi dalam 2 hari mendatang.

Sejumlah rumor krusial dibahas dalam rapat nan dipimpin oleh Ketua Timwas Haji DPR nan juga Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurizal.

Isu-isu tersebut antara lain masalah pemondokan haji, jasa pikulan haji dari hotel menuju ke Padang Arofah dan sebaliknya, penyediaan konsumsi bagi jemaah dan juga jasa kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berkaitan dengan isu-isu tersebut, Menteri Haji Muhamad Irfan Yusuf mengatakan sejatinya persiapan penyelenggaraan puncak ibadah haji nan dilakukan kementeriannya dan juga pemangku kepentingan lain sudah mencapai nyaris 100 persen. 

Untuk pikulan alias sarana transportasi saja misalnya, pihaknya sudah menyiagakan 2.000 bus untuk mengangkut jemaah haji dari hotel menuju ke Padang Arafah alias sebaliknya.

Selain itu, untuk menghindari terjadinya penumpukan jemaah, pihaknya membagi perjalanan jemaah menjadi 3 gelombang. Pertama, jam 07.00-11.00.

Kedua, 11.30-16.00. Dan ketiga, 16.30-21.00.

"Supaya tidak iba jemaah kelamaan nunggu. Ini dilakukan lantaran seperti disampaikan ada jemaah sudah keluar dari bilik subuh, rupanya berangkatnya malam. Nah, itu kan iba juga. Jadi nan turun adalah mereka nan bakal berangkat. nan belum berangkat, ya silakan rehat di kamar-kamarnya," katanya usai rapat.

Untuk rumor makanan alias konsumsi jemaah, Irfan mengatakan pihaknya bakal menyediakan sekitar 3 juta makanan siap makan untuk konsumsi jemaah baik pra maupun saat di Arafah.

Sedangkan berangkaian dengan masalah jasa kesehatan, Irfan menambahkan bahwa pihaknya bakal menyiagakan 1000 petugas medis untuk membantu menangani jemaah nan sakit.

Sementara itu Cucun menyambut baik persiapan nan dilaksanakan oleh Kementerian Haji dan Umrah serta pemangku kepentingan lain.

Menurutnya, meskipun Kementerian Haji dan Umrah baru pertama kali melaksanakan persiapan ibadah haji, sejauh ini tidak ada masalah berati nan ditemukan.

Masalah hanya kecil. Salah satunya mengenai jarak hotel alias pemondokan ke Masjidil Haram, akomodasi hotel nan mengalami beberapa masalah.

"Kita apresiasi penyelenggaraan haji nan cukup luar biasa. Perdana, Kementerian Haji menyelenggarakan haji di tahun 2026 ini," katanya.

Cucun berharap dengan semua persiapan tersebut, puncak ibadah haji di Arafah nan biasanya terjadi hal-hal nan tidak bisa diprediksi bisa melangkah lancar. 

(agt)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional