Timwas Haji DPR Terima Laporan Penumpukan Jemaah di Mekah

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie mulai menerima laporan awal mengenai adanya penumpukan jemaah haji di beberapa titik transportasi bus di Mekah.

Ia mengatakan situasi tersebut memang belum masuk kategori genting. Namun, dia mengatakan masalah itu tetap kudu diantisipasi sejak awal sebelum seluruh jemaah memasuki fase puncak haji.

"Cuma saya lihat di Mekah, di beberapa stasiun kayaknya tetap ada penumpukan," katanya jelang berangkat ke Tanah Suci, Senin (18/5) seperti dikutip dari situs DPR.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan hingga saat ini belum ada laporan gangguan besar mengenai transportasi maupun penerbangan jemaah haji Indonesia. Namun pihaknya tidak mau lengah lantaran tantangan terbesar biasanya muncul saat mobilisasi massal jemaah menuju Armuzna.

Berdasarkan pengalaman dua tahun lalu, dia menilai peristiwa tersebut bisa menjadi pelajaran krusial dalam penyelenggaraan haji tahun ini.

Pada tahun lampau memang banyak jemaah terlambat diangkut dari Muzdalifah menuju Mina.

Jemaah kudu menunggu berjam-jam di tengah suhu ekstrem Arab Saudi lantaran pikulan telat mengantar mereka.

"Yang saya alami dua tahun nan lampau itu kan pada saat dari Muzdalifah kemudian untuk dibawa ke Mina itu ada nan sampai jam 11, jam 12 siang dalam kondisi cuaca terik," ungkapnya.

Ia mengatakan kondisi tersebut sangat berisiko bagi kesehatan jemaah, terutama lansia dan mereka nan mempunyai penyakit bawaan.

Oleh lantaran itu, Timwas DPR bakal konsentrasi mengawasi pola pengangkutan jemaah selama fase Armuzna, termasuk proses pemulangan jemaah setelah rangkaian ibadah selesai.

"Termasuk kelak pengangkutan jemaah haji pulangnya. Jangan sampai ada nan terlambat sampai 10 jam, 6 jam. Nah, ini kita harapkan tidak terjadi," tegasnya.

Selain transportasi, Syarief juga menyoroti persoalan penginapan nan hingga sekarang tetap menjadi masalah klasik penyelenggaraan haji Indonesia.

Ia menyebut tetap ditemukan bilik hotel nan diisi hingga enam orang.

"Masalah sekarang ini kan tetap ada nan klasik ya, penginapan. Ada nan satu bilik tetap enam orang. Nah, ini tentu kudu kita lihat, kenapa sampai kondisi itu terjadi," katanya.

Apalagi, ungkapnya, kepadatan bilik tidak hanya berakibat pada kenyamanan jemaah, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi bentuk mereka selama menjalankan ibadah di tengah suhu panas nan mencapai 40 derajat Celsius. Sebab itu, dia meminta pemerintah dan penyelenggara haji meningkatkan koordinasi jasa agar persoalan transportasi dan akomodasi bisa diantisipasi lebih cepat.

Mengakhiri pernyataannya, dia juga mengimbau jemaah untuk disiplin mengikuti pengarahan petugas serta menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci.

Ia  juga membujuk masyarakat Indonesia turut mendoakan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, sehat, dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur

"Kepada jemaah haji nan melaksanakan ibadah haji sekarang, saya berambisi ikuti segala petunjuk nan dikeluarkan oleh penyelenggara haji. Kemudian juga jaga kesehatan, lantaran memang sekarang ini cuacanya cukup panas, cukup tinggi ya, 40 derajat dan perbanyak minum," tandas Syarief

(agt)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional