Tingkatkan Mutu Pendidikan, Mendikdasmen Jalankan Partisipasi Semesta

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti blak-blakan soal kondisi pendidikan RI menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei mendatang.

Blak-blakan dia sampaikan dalam Podcast Edutalk CNNIndonesia.

Mu'ti mengatakan sejatinya UUD 1945 dan juga UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional sudah memberikan petunjuk bahwa setiap penduduk negara Indonesia mempunyai kewenangan untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran nan bermutu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian saat ini, banyak nan belum bisa menikmatinya. Banyak anak dan masyarakat Indonesia nan belum bisa menikmati pendidikan nan berkualitas.

Mu'ti mengatakan berasas temuan kementeriannya masalah itu dipicu oleh beberapa faktor. Pertama, kondisi ekonomi masyarakat Indonesia.

Kedua, domisili masyarakat Indonesia nan jauh dari sekolah. Ketiga, kultur dan pola pikir.

Keempat, masalah keamanan.

"Setiap aspek kudu dilihat sebagai tantangan nan penyelesaiannya tidak bisa diambil secara serampangan tapi kudu dilihat case by case," katanya.

[Gambas:Youtube]

Mu'ti mengatakan pemerintah sejatinya tidak tinggal tak bersuara dalam mengatasi semua persoalan tersebut. Dalam kaitannya dengan aspek ekonomi saja misalnya, pemerintah melaksanakan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk membantu pembiayaan pendidikan masyarakat kurang mampu.

Tahun ini, ada 19,6 juta anak nan jadi sasaran program ini. Jumlah ini naik dari tahun 2025 nan hanya 19 juta.

Sasaran PIP tidak hanya anak sekolah SD sampai SMA, TK juga menjadi sasaran program.

"Tahun ini kami berikan 888 ribu. Kami berikan Rp450 ribu per tahun," katanya.

Partisipasi semesta

Meski demikian, Mu'ti menyadari upaya keras nan dilakukan oleh pemerintah tersebut belum cukup. Karenanya, pihaknya menjalankan strategi partisipasi semesta agar kualitas pendidikan di Indonesia makin merata.

Sejumlah pihak digandeng pemerintah untuk meningkatkan kualitas jasa pendidikan di tanah air.

Salah satunya, Tanoto Foundation, Unicef, pemerintah wilayah dan banyak pihak lainnya.

"Dengan Tanoto Foundation misalnya, kami baru launching kerja sama penguatan deep learning. Mereka dulu membantu literasi dan numerasi," katanya. 

Sementara dengan pemerintah daerah, kerja sama salah satunya dilakukan dalam kaitannya dengan revitalisasi sekolah.

"Kami minta support pemda tolong dibantu penyelenggaraan lancar jangan diganggu apalagi dipotong anggarannya, kita kudu kerja sama dengan pemda lantaran banyak perihal menyangkut pendidikan tak bisa lepas dari pemda," katanya.

(agt)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional