Tinta Karbon dan Kulit Hewan Mewarnai Keunikan Al-Quran Berusia 1.000 Tahun

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

loading...

Tinta Karbon dan Kulit Hewan Mewarnai Keunikan Al-Quran ribuan tahun. FOTO/ IG

NARATHIWAT - Manuskrip Al-Quran berumur lebih dari 1.000 tahun nan dipamerkan di Museum Al-Quran Malay Raya di sini tidak hanya mempunyai nilai sejarah Islam nan tinggi, tetapi juga mencerminkan kearifan masyarakat antik dalam memanfaatkan bahan organik dalam pembuatan manuskrip suci tersebut.

Manuskrip seberat sekitar 50 kilogram ini diproduksi pada era Abbasiyah menggunakan 346 lembar kulit hewan dan tinta karbon berbasis bahan alami, sehingga menjadikannya salah satu kekayaan karun Islam antik nan unik dan sangat berharga.

Petugas museum, Nik Ilham Nik Yusup mengatakan, artefak tertua di museum ini diproduksi dengan ketelitian luar biasa lantaran setiap halamannya terbuat dari kulit hewan nan secara tradisional diolah untuk menghasilkan lembaran nan tahan lama untuk menulis Al-Quran.

"Semua bahan dasar ini secara unik didatangkan dari distrik Hadramaut di Yaman," katanya kepada Bernama baru-baru ini.

Selain penggunaan bahan-bahan alami untuk menghasilkan halaman-halaman manuskrip, proses penulisan kitab suci ini juga menunjukkan kebijaksanaan masyarakat antik dalam memanfaatkan sumber daya lingkungan secara optimal.

Ia mengatakan bahwa kitab tersebut, nan ditulis seluruhnya dengan style tulisan tangan Khat Kufi Qadim, menggunakan tinta organik antik nan dikenal sebagai tinta karbon.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews