Tiongkok Enggan Rinci Kesepakatan Pertemuan Xi Jinping dan Trump, Isu Taiwan Paling Krusial

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Tiongkok Enggan Rinci Kesepakatan Pertemuan Xi Jinping dan Trump, Isu Taiwan Paling Krusial Pedro PARDO / AFP(Presiden Tiongkok Xi Jinping berbincang saat pembukaan pertemuan ministrial meeting keempat Tiongkok, Amerika Latin dan negara-negara Karibia)

TIONGKOK tidak merinci kesepakatan nan dicapai setelah pertemuan Presiden Xi Jinping dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, di Beijing, kemarin (14/5). Namun, rumor soal ketegangan di Taiwan krusial dibahas.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menyampaikan andaikan rumor Taiwan dikelola dengan baik, hubungan bilateral jedua negara bakal stabil secara keseluruhan. Namun, andaikan Tiongkok dan AS bergersekan bakal berbahaya. 

"Kemerdekaan Taiwan dan perdamaian di Selat Taiwan sama tidak dapat didamaikannya seperti api dan air," ujar Guo Jiakun, dikutip Jumat (15/5).

Ia menegaskan bahwa Xi Jinping dan Trump sepakat untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Itu menjadi titik jumpa kedua negara.

"AS kudu sangat berhati-hati dalam menangani rumor Taiwan," ucap Guo Jiakun.

Mengenai rumor strategis lain seperti perang Iran, penjualan daging sapi dari AS dan lainnya, Guo Jiakun menjelaskan Xi Jinping dan Trump berganti pandangan mengenai situasi Timur Tengah serta isu-isu internasional dan regional krusial lainnya.

"Kedua kepala negara sepakat mengenai visi baru untuk membangun hubungan Tiongkok dan AS nan konstruktif dan mempunyai stabilitas strategis dan sebagaimana disampaikan Presiden Xi Jinping dalam pembicaraan dengan Presiden Trump," ucap dia.

Pertemuan Xi Jinping dan Trump digelar di Balai Besar Rakyat pada Kamis (14/5), Presiden Xi Jinping dan Presiden Trump mengikuti upacara kenegaran sejak 10.00 waktu setempat, melakukan pertemuan bilateral selama 2 jam 15 menit, mengunjungi Kuil Langit di Beijing dan datang dalam jamuan makan malam.

Saat berjumpa dengan Xi Jinping, Trump membawa 17 orang pemimpin perusahaan besar di AS. Tiongkok, kata Guo Jiakun, bersedia bekerja sama dengan AS untuk menerjemahkan visi baru ini ke dalam tindakan nan bergerak ke arah nan sama, serta bersama-sama mengupayakan perkembangan hubungan nan stabil, sehat, dan berkelanjutan. (Ant/H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia