Petugas kesehatan menyiapkan vaksin meningitis dan polio untuk Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi Aceh tahun 2026 di Puskesmas Kuta Alam, Banda Aceh, Aceh, Senin (6/4/2026).(ANTARA/Irwansyah Putra)
PERSIAPAN bentuk nan matang menjadi fondasi utama bagi calon jemaah haji sebelum menunaikan rukun Islam kelima. Dokter sekaligus mahir gizi masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, menekankan bahwa menjaga kesehatan jauh sebelum keberangkatan adalah perihal nan tidak bisa ditawar.
Menurut Tan, kunci utama bagi jemaah adalah memastikan tubuh dalam kondisi segar dan stabil.
"Prinsipnya jamaah kudu sehat dan jika punya penyakit kronik kudu terkontrol," tegasnya, dikutip Rabu (8/4). Hal ini krusial mengingat ibadah haji melibatkan aktivitas bentuk dengan intensitas tinggi di bawah kondisi cuaca nan sangat berbeda dengan Indonesia.
Pentingnya Skrining dan Kesiapan Fisik
Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut mengingatkan para calon haji untuk mengikuti seluruh prosedur pemeriksaan kesehatan dengan serius. Pemeriksaan ini bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen untuk mengukur keahlian bentuk jemaah dalam menghadapi rangkaian ibadah nan berat di Arab Saudi.
Selain pemeriksaan medis, Tan menyoroti pentingnya pengaturan pola makan. Ia menyarankan agar jemaah tidak melakukan penelitian nutrisi alias diet ekstrem menjelang keberangkatan.
| Penyakit Kronis | Wajib dalam kondisi terkontrol sebelum keberangkatan. |
| Pola Makan | Makan seperti biasa, hindari diet ekstrem alias tren diet tertentu. |
| Pencernaan | Hindari makanan nan berisiko memicu gangguan pencernaan. |
| Istirahat | Manfaatkan jarak waktu ibadah untuk tidur dan memulihkan energi. |
| Suplemen | Konsultasikan dengan dokter; vitamin tidak selalu diperlukan jika gizi seimbang. |
Manajemen Energi di Tanah Suci
Edukator gizi nan aktif di media sosial ini juga mengingatkan jemaah untuk bijak dalam mengelola waktu. Ibadah haji adalah maraton fisik, sehingga rehat nan cukup menjadi komponen vital.
"Ibadah itu ada jedanya. Gunakan untuk tidur," pesannya.
Dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang, menjaga hidrasi, dan memastikan waktu rehat nan cukup, calon jemaah diharapkan dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci dengan lancar tanpa hambatan kesehatan nan berarti. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·