Ilustrasi--Jamaah calon haji mendengarkan pemaparan dalam pengarahan manasik haji di Gedung Islamic Center (IC) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026).(ANTARA/Adeng Bustomi)
IBADAH haji merupakan ibadah nan sangat mengandalkan kekuatan fisik. Rangkaian prosesi seperti tawaf (mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali) dan sai (berjalan alias berlari mini antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali) menuntut stamina nan prima dari setiap jemaah.
Mengingat beratnya aktivitas bentuk di Tanah Suci, calon jemaah haji sangat disarankan untuk melakukan persiapan matang jauh-jauh hari. Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat di Universitas Faletehan Serang, Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, menekankan bahwa kunci kelancaran ibadah adalah ketahanan tubuh.
"Kalau kita lihat, aktivitas saat haji itu lebih banyak berjalan. Jadi stamina kudu kuat," ujar Rita, dikutip Rabu (8/4).
Persiapan Satu Bulan Sebelum Keberangkatan
Rita menyarankan agar calon jemaah mulai menerapkan pola hidup sehat setidaknya satu bulan sebelum agenda keberangkatan ke Arab Saudi. Waktu satu bulan dinilai cukup untuk melatih tubuh agar terbiasa dengan ritme aktivitas nan padat.
Latihan bentuk nan dianjurkan meliputi aktivitas rutin seperti jalan kaki pada pagi alias sore hari. Selain itu, latihan ketahanan sangat krusial untuk memperpanjang napas dan meningkatkan kekuatan jantung.
| Jalan Kaki Rutin | Membiasakan kaki untuk mobilitas tinggi saat tawaf dan sai. |
| Berenang / Bersepeda | Meningkatkan ketahanan (endurance) tubuh secara keseluruhan. |
| Treadmill | Melatih konsistensi langkah dan pernapasan. |
| Senam Pernapasan | Membantu mengatur napas agar lebih panjang dan tidak mudah lelah. |
Manajemen Pola Makan dan Istirahat
Selain olahraga, pengaturan nutrisi memegang peranan vital. Rita menyarankan calon jemaah untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan pola gelombang nan lebih sering namun dalam porsi kecil.
"Pagi, siang, malam, lampau ada selingan," jelasnya. Pola ini bermaksud untuk menjaga kesiapan daya sepanjang hari tanpa membebani sistem pencernaan secara berlebihan.
Penting: Calon jemaah juga diingatkan untuk mengatur waktu rehat dan tidur sesuai kebutuhan tubuh agar proses pemulihan daya melangkah optimal selama masa latihan.
Pemeriksaan Kesehatan Menyeluruh
Sebagai langkah preventif terakhir, pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check-up) wajib dilakukan sebelum berangkat. Hal ini bermaksud untuk mendeteksi adanya akibat kesehatan nan mungkin timbul selama di Tanah Suci.
"Kalau ada hasil nan tidak baik, segera dikonsultasikan ke master agar mendapatkan penanganan nan tepat," pungkas Rita. Dengan persiapan fisik, nutrisi, dan pemantauan medis nan baik, diharapkan jemaah dapat menunaikan seluruh rukun haji dengan sempurna dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·