TNI AL Dorong Kemandirian Masyarakat Pesisir Lewat Pelatihan Olahan Hasil Laut

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
TNI AL Dorong Kemandirian Masyarakat Pesisir Lewat Pelatihan Olahan Hasil Laut TNI AL dan FKS Group mendorong kemandirian masyarakat pesisir melalui training olahan hasil laut.(FKS)

TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Pusat Teritorial Angkatan Laut alias Pusteral menggandeng FKS Group dalam upaya memperkuat kemandirian masyarakat pesisir melalui training olahan hasil laut dan kedelai. Program ini bermaksud untuk meningkatkan keahlian masyarakat, mendorong nilai tambah produk lokal serta membuka kesempatan ekonomi berkepanjangan di wilayah pesisir.

Sebagai negara maritim, Indonesia mempunyai potensi hasil laut nan melimpah. Namun, sebagian besar tetap dipasarkan dalam corak mentah dengan nilai tambah nan terbatas. Disisi lain, produk berbasis kedelai juga tetap menghadapi tantangan penemuan dan diversifikasi. Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan kapabilitas pengolahan dan pengembangan produk agar bisa meningkatkan daya saing sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Komandan Pusteral Laksma A Agung Pryo Suseno menegaskan bahwa aktivitas pemberdayaan masyarakat ini merupakan bagian dari komitmen TNI AL dalam menyejahterakan masyarakat pesisir. 

”TNI Angkatan Laut tidak hanya berfokus pada pertahanan wilayah maritim, tetapi juga berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Melalui kerjasama ini, kami mendorong masyarakat agar bisa mengolah potensi hasil laut dan kedelai secara berdikari dan berkelanjutan, sehingga dapat memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus ketahanan wilayah,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Jumat (10/4). 

Program ini merupakan bagian dari Sosialisasi Pengolahan Hasil Laut TA 2026 sebagai penerapan pembinaan potensi maritim (Binpotmar). Pelatihan dilaksanakan di Lanal Cilacap pada 7 April 2026 dan dilanjutkan di Lanal Tegal pada 9 April 2026, dengan melibatkan lebih dari 300 pelaku UMKM dan masyarakat pesisir. Pelatihan mencakup pembekalan teori dan praktik, mulai dari demo masak, teknik pengolahan hasil laut hingga pengembangan produk turunan kedelai sebagai pengganti sumber protein dan kesempatan upaya baru. 

Program ini juga turut mendukung upaya penanganan stunting melalui edukasi pangan bergizi berbasis bahan lokal. VP of ESG FKS Group Beatrice Susanto, menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan bagian dari komitmen ESG perusahaan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program FKS Empower.

“Melalui FKS Empower, kami berfokus pada penguatan kapabilitas UMKM agar bisa menciptakan produk berbobot tambah dan berkekuatan saing. Kolaborasi dengan TNI AL memungkinkan kami menjangkau masyarakat pesisir secara lebih luas dengan training nan aplikatif dan berakibat langsung,” ujar Beatrice.

FKS Group juga mendorong para peserta untuk terus berinovasi dengan menjaga kualitas, nilai gizi serta relevansi produk terhadap kebutuhan pasar nan terus berkembang. Salah satu peserta UMKM di Tegal menyampaikan bahwa training ini memberikan perspektif baru dalam pengembangan usaha. 

“Selama ini kami menjual hasil laut secara sederhana, dan tempe hanya dalam corak biasa. Dari training ini, kami jadi tahu langkah membikin produk nan lebih variatif dan mempunyai nilai jual lebih tinggi. Ini sangat membantu kami untuk meningkatkan penghasilan,” ujarnya.

Program ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM lokal serta memperkuat ekosistem ekonomi pesisir nan berkelanjutan. Sebagai penutup, Laksma A. Agung menyampaikan apresiasi atas kolaborasi. 

“Kami mengapresiasi kerjasama strategis berbareng FKS Group dalam mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir. Sinergi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi nasional, serta diharapkan dapat terus diperluas ke beragam wilayah,” papar Laksma A Agung. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia