TNI Kembali Berangkatkan 744 Prajurit ke Lebanon, Panglima Titip Pesan Khusus

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Markas Besar (Mabes) TNI memberangkatkan 744 orang prajurit sebagai personil pasukan perdamaian alias Satgas Kontingen Garuda (Satgas Konga) untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Panglima TNI Agus Subiyanto menyampaikan bahwa penugasan sebagai Pasukan Perdamaian PBB merupakan kehormatan sekaligus amanah besar nan membawa nama baik bangsa dan negara di forum internasional.

"Seluruh prajurit diminta untuk senantiasa menjaga profesionalisme, disiplin, integritas, serta mematuhi ketentuan dan Standard Operating Procedures (SOP) nan bertindak selama penyelenggaraan tugas di wilayah misi," pesan Panglima TNI seperti dikutip dari keterangan pers, Sabtu (23/5/2026).

Panglima TNI menekankan agar seluruh personel bisa melaksanakan tugas pokok secara optimal, menjaga stabilitas keamanan di wilayah operasi, serta membangun komunikasi dan hubungan nan baik dengan masyarakat setempat maupun unsur pasukan dari negara lain.

"Prajurit Satgas TNI Konga UNIFIL juga diharapkan aktif dalam aktivitas sosial kemasyarakatan seperti pelayanan kesehatan dan support pendidikan sebagai bagian dari penerapan misi perdamaian dunia," pungkasnya.

Mandat PBB

Diketahui, Satgas TNI Konga UNIFIL melaksanakan mandat PBB berasas Resolusi Dewan Keamanan PBB guna menjaga stabilitas keamanan, memantau penghentian permusuhan, dan membantu menciptakan situasi kondusif di wilayah Lebanon Selatan.

Sebelumnya, total ada 4 prajurit TNI nan gugur dalam bekerja saat menjadi pasukan perdamaian di PBB. Mereka meregang nyawa akibat terkena serangan Zionis Israel nan menggempur Hisbullah.

Daftar Prajurit TNI nan Gugur

Berikut adalah rincian identitas dan kronologi gugurnya para prajurit TNI di Lebanon:

-Praka (Anumerta) Farizal RhomadhonGugur seketika dalam serangan proyektil tank di pangkalan UNIFIL Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026.

-Kopral (Anumerta) Rico Pramudia mengalami luka kritis dalam serangan nan sama di pangkalan Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026. Namun dia sempat dirawat intensif selama nyaris satu bulan di Rumah Sakit St. George, Beirut, sebelum dinyatakan gugur pada Jumat, 24 April 2026.

-Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, gugur dalam kejadian terpisah pada Senin, 30 Maret 2026, setelah sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat wilayah Bani Hayyan, Lebanon Selatan.

-Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, gugur berbareng Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita